Video  

Keutamaan Taubat

keutamaan-taubat

Bu Nyai Dr. Hj. Mihmidaty Ya’cub

Oleh: Bu Nyai Dr. Hj. Mihmidaty Ya’cub

KEMPALAN: Alhamdulillah, kita harus memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT telah didiberikannya hidayah, dijadikan orang-orang Islam, dijadikan orang-orang yang berserah diri kepada Allah, dijadikan orang-orang yang meyakini bahwa hidup kita di dunia ini hanya untuk mempersiapkan kebahagiaan di akhirat, kebahagiaan di surga. Menjadikan dunia hanya sebagai sarana saja, sebagai lapangan untuk mencapai kebahagiaan itu.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita, sehingga apabila kita berbuat salah atau berdosa, Allah selalu mengingatkan dan membimbing kita agar selalu dalam jalan kebenaran.

Dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 135-136 Allah berfirman yang artinya : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu,  sedang mereka mengetahuinya. Balasan bagi mereka ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang yang beramal”.

Allah SWT memberi pelajaran, kalau manusia, kalau ummat Islam, kalau orang yang beriman itu melakukan kekejian, melakukan dosa, melakukan pelanggaran, melakukan kemaksiatan, melakukan larangan Allah atau mereka menganiaya dirinya sendiri, artinya mereka menjerumuskan dirinya dalam kesengsaraan, menjerumuskan dirinya dalam siksa neraka, kedalam kenistaan dalam kebinasaan. Orang-orang yang beriman apabila melakukan kekejian, kesalahan, dosa maka dia segera ingat Allah lalu meminta ampun, taubat dari dosa dan kesalahannya itu.

Yang bisa mengampuni dosa itu hanya Allah semata, selain kepada Allah, tidak akan bisa lebur dosa-dosanya. Orang yang sudah bertaubat yang inti dari taubat itu ialah ada rasa menyesal, mereka ingat Allah, berjanji tidak akan melanjutkan atau mengulangi dosanya dan melakukan amal sholeh.  Hadits Nabi SAW mengatakan “Seandainya kalian berbuat dosa sehingga tumpukan dosa itu setinggi langit kemudian kalian benar-benar bertaubat, niscaya Allah akan menerima taubat kalian.” (Shahih Ibnu Majah)

Hidup di dunia banyak dosa, banyak pelanggaran, banyak maksiat, tetapi solusinya adalah bertaubat kepada Allah. Balasan bagi orang yang bertaubat adalah mereka akan mendapatkan ampunan dan surga selama-lamanya yang  merupakan sebaik-baiknya pahala balasan bagi orang yang bertaubat dan beramal sholeh.

Lalu kapan waktu yang paling tepat untuk kita bertaubat? Sekarang. Jangan ditunda-tunda. Semakin cepat semakin baik, karena kita tidak tahu sampai kapan kita masih diberi hidup. Dalam kitab Tanbihul Ghafiliin  di sebutkan “Sesungguhnya Aku (Allah) niscaya adalah  Zat yang banyak ampunannya bagi orang yang mau taubat, beriman dan beramal shaleh”.

Lalu sampai kapan batas waktu Allah akan memberikan ampunan itu? Dalam sebuah Hadist Nabi SAW bersabda “Sesungguhnya Allah menerima taubat sampai sebelum sakaratul maut”  Allah akan mengampuni sampai nafas di tenggorokan. Allah akan mengampuni sebesar apapun dosanya, karena Allah memang Maha Penyayang.

Sebenarnya taubat itu adalah sesuatu yang sangat ringan namun sangat agung manfaatnya, karena ia bisa mengubah  ahli neraka menjadi ahli surga, karena esensi, konten dari taubat itu adalah dengan adanya penyesalan dalam hati.

Taubat merupakan sebab untuk meraih kecintaan Allah  ‘azza wa jalla. Taubat juga menjadi sebab diterimanya amal-amal hamba dan turunnya ampunan atas kesalahan-kesalahannya. Walaupun karena satu dan lain hal seseorang sudah tidak mampu mengucapkan taubat dengan lisannya. Allah tidak akan menyia-nyiakan taubatnya dan penyesalannya walau dengan hatinya. Lalu taubat yang bagaimana?

Allah SWT berfirman Surat At Tahrim: 8 yang artinya,  “Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya…;”

Bagaimana taubat yang semurni-murninya itu? Taubat yang bisa menasihati diri kita untuk menyesali perbuatan dosa yang telah kita lakukan, berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, mohon maaf kepada Allah dan rajin beribadah.  Itulah yang namanya Taubat Nasuha.

Dalam taubat nasuha, kita harus melibatkan hati, lisan dan juga tindakan secara berkesinambungan. Ada juga model orang yang bertaubat, menyesal tapi tidak berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatan dosanya, dia tetap rajin berbuat dosa demi dosa yang sama, hal itu sama saja dengan menghina Allah SWT.

Seperti sabda Nabi Muhammad SAW “Orang yang minta ampun kepada Allah dengan lisannya tapi tetap melanjutkan perbuatan dosanya itu sama dengan menghina Allah”. Naudzubillah. Supaya setiap  saat dosa kita diampuni oleh Allah maka Nabi Muhammad SAW memberi petunjuk pada kita  agar  rajin atau memperbanyak mengucap dzikir   ‘Tiada Tuhan Selain Allah dan Aku mohon ampun kepada Allah.’ Dengan rajin membacanya Insya Allah kita  sudah berupaya menghalang-halangi syetan melakukan pekerjaannya yang memang   senantiasa mengajak manusian jatuh ke dalam neraka.

Dalam sebuah Hadist Qudsi Allah berfirman bahwa orang-orang yang terbiasa beristighfar kepada Allah, maka Allah akan memudahkan semua kesulitannya dan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Pada dasarnya semua manusia, kecuali Nabi dan Rasul adalah pelaku dosa, tidak steril dari salah dan dosa, sedangkan sebaik-baiknya orang yang berdosa ialah yang memohon ampunan atau bertaubat kepada Allah SWT.

Hakikat taubat adalah kembali tunduk kepada Allah dari bermaksiat kepada-Nya kepada ketaatan kepada-Nya. Allah SWT menyifati diri-Nya di dalam Al-Qur’an bahwa Dia adalah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang hampir 100 kali. Oleh karena itu kita harus selalu bertaubat meminta ampun kepada Allah. Yang menghalangi manusia untuk bertaubat itu ialah setan atau iblis. Setan masuk kedalam tubuh kita melalui nafsu. Maka dari itu kita berlindung kepada Allah dari mengikuti jalannya setan yang terkutuk  itu. (*)

Adib Muzammil

Transkrip oleh: Adib Muzammil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.