Video  

Mau Beralih ke Bank Digital? Perhatikan Hal-hal Berikut

mau-beralih-ke-bank-digital?-perhatikan-hal-hal-berikut

Hendra Dinata

Oleh: Hendra Dinata–Dosen Jurusan Teknik Informatika, Universitas Surabaya (Ubaya)

KEMPALAN: Belakang ini marak bermunculan bank-bank digital di Indonesia. Sebut saja Jenius dari BTPN, Wokee dan Bank Bukopin, Digibank dan DBS, TMRW dari UOB, MotionBanking dari MNC Bank, Jago dari Bank Jago, dan Blu dari BCA Digital. Nama-nama bank digital ini masih dapat bertambah lagi ke depannya.

Bank digital di sini bukan sekedar produk tabungan dari bank konvensional yang dilengkapi dengan fasilitas aplikasi digital yang bisa diinstal di smartphone. Misalkan saja Anda telah memiliki tabungan Tahapan BCA. Meski produk tabungan itu telah dilengkapi dengan aplikasi Mobile BCA, tidak lantas mengubah status produk Tahapan BCA menjadi produk bank digital.

Tetapi lebih dari itu, sebuah bank digital berarti bank tersebut secara penuh menawarkan layanannya secara digital. Bahkan, sebauh bank digital tidak memiliki sebuah kantor cabang fisik dalam rangka memberikan layanan kepada nasabahnya. Mulai dari layanan pembukaan rekening tabungan, pembuatan kartu ATM, dan layanan perbankan lainnya.

Konsekuensi dari model layanan digital tersebut, tentu saja pihak bank dan nasabah akan dihubungkan melalui teknologi berbasiskan jaringan internet. Dalam hal ini, pihak bank digital tersebut akan menyediakan aplikasi yang dapat diinstal di perangkat smartphone. Segala urusan akan diselesaikan melalui fasilitas aplikasi tersebut yang terhubung dengan jaringan internet. Berarti, setidak-tidaknya nasabah yang menjadi target pasar adalah kelompok masyarakat yang melek teknologi.

Namun tidak menutup kemungkinan, Anda yang sudah memiliki produk tabungan dari bank konvensional tertarik untuk beralih menjadi nasabah dari bank digital. Maka dari itu, berikut ini adalah hal-hal yang patut diperhatikan.

  • PERANGKAT SMARTPHONE

Produk-produk layanan perbankan dari bank digital ditawarkan melalui aplikasi yang harus diinstal terlebih dahulu di sebuah perangkat smartphone. Ada dua platform smartphone terpopuler di dunia saat ini yaitu Android dan iOS. Biasanya aplikasi telah tersedia untuk kedua platform tersebut. Masalah yang timbul kemudian adalah mengenai versi dari platform Android atau iOS itu.

Ambil contoh aplikasi Blu dari BCA Digital, saat ini mensyaratkan Android versi 6 ke atas atau Android versi Marshmallow. Namun untuk aplikasi TMRW dari bank UOB, malah mensyaratkan Android versi 8 ke atas atau Android Oreo. Artinya, jika Anda memiliki perangkat Android yang lebih lama, misalkan Android 7 atau Android Nougat, Anda tidak dapat menginstal aplikasi TMRW dari bank UOB. Tidak menutup kemungkinan persyaratan versi platform tersebut akan berubah di kemudian hari. Jika nanti misalkan pihak bank meningkatkan persyaratannya menjadi platform Android 10, sementara perangkat smartphone yang Anda gunakan masih Android 8, tentu saja Anda akan mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan layanan perbankan dari bank tersebut.

Hal lain yang perlu diperhatikan dari perangkat smartphone Anda adalah fitur kamera secondary atau kamera selfie. Ketika Anda hendak melakukan registrasi untuk menikmati layanan perbankan dari bank digital, biasanya Anda akan diminta untuk melakukan foto diri sambil memegang fisik kartu eKTP. Foto tersebut tentu saja harus diambil secara langsung melalui aplikasi yang akan mengaktifkan kamera selfie ini. Tahap lain dalam rangkaian proses registrasi yang membutuhkan kamera selfie adalah tahap di mana Anda akan terhubung melalui video call dengan customer service pihak bank. Yang dibutuhkan di sini tentu saja adalah kejelasan gambar. Anda bisa saja mengalami kegagalan atau tidak lolos pada tahap registrasi ini jika terdapat masalah pada kualitas kamera di perangkat smartphone Anda.

  • USERNAME, PASSWORD, PIN, EMAIL DAN NOMOR HANDPHONE

Jika Anda memiliki produk tabungan dari bank konvensional, mungkin hal yang perlu diketahui hanyalah nomor rekening dan PIN ATM. Terkecuali jika Anda juga memanfaatkan layanan digitalnya, Anda juga harus memperhatikan username, password dan PIN. Tetapi tiga hal ini sifat adalah optional saja khusus bagi Anda yang memang berniat memanfaatkan layanan digital tambahannya.

Berbeda halnya dengan produk layanan bank digital, di mana username, password dan PIN merupakan hal wajib yang perlu Anda perhatikan, dan wajib Anda ingat serta Anda jaga kerahasiaannya. Sementara, alamat email dan nomor handphone juga tidak bisa dilepaskan keberadaannya sejak anda memulai proses registrasi di awal. Ketiga hal ini (username, password dan PIN) adalah kunci yang utama bagi Anda untuk mengakses layanan perbankan.

Bagaimana salah satunya Anda lupakan? Biasanya pihak bank sudah menyediakan mekanisme untuk memulihkannya. Misalkan Anda lupa PIN aplikasi (biasanya PIN aplikasi digunakan untuk melakukan transaksi finansial), mungkin Anda akan dapat memulihkannya dengan suatu mekanisme khusus dan sangat mungkin membutuhkan semacam OTP yang akan dikirimkan melalui SMS ke nomor handphone Anda atau alamat email. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.