Video  

Mengenal Bela Diri asal Thailand, Muay Thai dan Seluk-Beluknya

mengenal-bela-diri-asal-thailand,-muay-thai-dan-seluk-beluknya

BANGKOK-KEMPALAN: Setiap negara di Asia seringkali memiliki gaya bela dirinya masing-masing, di Indonesia bahkan ada berbagai perguruan pencak yang mengajarkan seni bela dari dari berbagai daerah. Di Jepang ada Karate, di Tiongkok ada Wushu, sementara di Thailand, kita akan menemui yang namanya Muay Thai.

Muay Thai sendiri dianggap sebagai seni bela diri asli Thailand sekaligus menjadi olah raga nasional mereka. Bela diri itu, menurut Ann Carter dalam Thaiger, merupakan seni bela diri jarak dekat yang menggunakan semua bagian tubuhnya sebagai senjata guna melawan negara-negara yang berusaha menginvasi Siam (nama Thailand di masa lalu), kemungkinan pada aba ke-14 ketika Myanmar menyerang ibukota lawas, Ayudhaya.

Ada dua teknik dalam bela diri tersebut, yakni mae mai atau teknik umum, dan luk mai atau teknik minor. Muay Thai seringkali disebut sebagai “Seni Delapan Bagian Tubuh” karena menggunakan delapan titik dari tubuh manusia untuk menjadi senjata, salah satunya tangan yang “menggantikan” pisau dan pedang dan sikut yang menjadi “palu”.

Mereka yang berkecimpung di dunia bela diri ini mulai dari umur yang sangat muda, disebutkan mulai 6-8 tahun yang mana biasanya pelatihan dilakukan selama satu jam selama sehari. Selanjutnya latihan akan bertambah seiring bertambahnya usia hingga biasanya berhenti bertanding pada umur 20-an dan mulai mengajarkan kepada generasi selanjutnya. Seorang petinju Muay Thai bisa bertanding sebanyak 120-150 kali dalam hidupnya.

Pertandingan Muay Thai sendiri mulai dibakukan usai Perang Dunia II yang mana dalam satu pertandingan dibagi menjadi lima ronde dan sudah diterima secara resmi sebagai olah raga dalam Olimpiade.

Meskipun biasa disebut sebagai “tinju ala Thailand” atau Thailand Boxing, tapi diperbolehkan juga menggunakan kakinya. Penggunaan kaki dalam Muay Thai disebut Te, sementara tinjunya disebut Chok. Ada juga istilah lainnya, seperti Te Chiang, Thip, Ti Khao, Khao Loi, Chap Kho dan Khao Thon. (Thaiger, reza hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.