Cabut Gugatan AWK Lanjut Lapor Media Bali, Suyadnya: Ini Kriminalisasi Pers

Wayan Suyadnya (kiri) Saat Diminta Keterangan di Polda Bali.

Denpasar – Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Bali Wayan Suyadnya memenuhi undangan klarifikasi ke Unit I Kasubdit III Reskrimum Polda Bali terkait dilaporkan Arya Wedakarna (AWK) ke polisi lantaran dinilai tidak memberikan hak jawab. Sebelumnya diketahui AWK telah melakukan upaya hukum melayangkan gugatan di pengadilan negeri (PN) Denpasar namun gagal serta gugatan itu dicabut.

Suyadnya didampingi penasihat hukum atau kuasa hukumnya Made Suka Ardana, S.H, Made Gede Subagia, S.H, dan I Nyoman Agus Purnawan S.H, dari kantor hukum pengacara I Nyoman Sunarta, S.H, menemui penyidik I Gede Agus Martawan, S.H, selama kurang lebih dua jam dimintai keterangan, pada Jumat (03/09/2021)

Suyadnya menyayangkan, cara AWK menggugat dan melaporkan Media Bali ke ranah hukum adalah upaya bentuk kriminalisasi kebebasan Pers. Langkah diambil menurut pihaknya terkesan menjebak guna membungkam media.

“Cara melaporkan Media Bali ke Polda sudah bisa dilakukan terhadap orang yang dianggap bertentangan dengannya. Dengan harapan di Polda bisa bertemu untuk berdamai agar tidak lagi mengkritisi. Tak hanya sekedar bertemu, dia akan menarasikan sebagai pemenang untuk dirinya,” singgung Suyadnya.

Sementara kuasa hukum Media Bali Suka Ardana mengatakan, laporan AWK terhadap Media Bali hanya sensasi politik untuk mengubah persepsi atau pandangan orang atas kegagalannya menggugat Media Bali di PN Denpasar.

Sejatinya diungkapkan, dalam pandangan hukum tidak ada celah bagi AWK melaporkan Media Bali karena selama ini sangat patuh dengan Dewan Pers dan sudah membuat Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR). Pengacara ini justru menuding, AWK telah lalai dan tidak patuh dengan Dewan Pers. Dimana batas waktu seminggu diberikan untuk menyampaikan hak jawab disebut-sebut tidak dipergunakan AWK dengan baik.

“Padahal sudah telak banget, begitu gugatannya dicabut, itu menandakan dia sebagai komite bidang hukum di DPD RI tak mengerti hukum. Itu sangat memalukan, untuk menutup rasa malunya dia akhirnya melaporkan Media Bali ke Polda. Itu hanya sensasi politik saja. Saya berkeyakinan tak akan dilanjutkan karena tak ada unsur pidana yang dilanggar oleh Media Bali. Tadi pemeriksaan berjalan lancar berkisar dua jam,” pungkas pengacara Made Suka Ardana.

Sisi lain media ini berusaha melakukan klarifikasi terkait tudingan dari kubu Media Bali terhadap pihak AWK melalui pesan Whatapp. Sampai berita ini ditayangkan belum ada tanggapan chat dikirim awak media meski sudah centang dua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.