Video  

Membongkar Dugaan Korupsi Dinasti Hasan Aminuddin

membongkar-dugaan-korupsi-dinasti-hasan-aminuddin

KEMPALAN-PROBOLINGGO-Para aktivis anti korupsi di Probolinggo mendesak KPK agar membongkar praktik dugaan korupsi yang melibatkan dinasti Hasan Aminuddin.

Para aktivis itu menilai, praktik dugaan korupsi di Kabupaten Probolinggo dilakukan secara massif oleh Hasan Aminuddin, keluarganya dan kroni-kroninya.

Sebenarnya, Bupati Lira Probolinggo, Syamsudin sering melaporkan dugaan korupsi Hasan Aminuddin ke KPK.

Dalam pengakuan kepada sejumlah media, laporan yang dikirim Syamsudin sudah dilayangkan sejak tahun 2012 ke KPK, Kejaksaan dan Polda Jatim.

Namun, sejumlah laporan Syamsudin itu kandas. Bertepuk sebelah tangan.

Kini, Syamsudin merasa lega setelah KPK melakukan OTT atas jual beli Pj Kades kepada Tantri dan Hasan.

Untuk merayakan kegirangannya. Syamsudin bersama sejumlah elemen masyarakat Probolinggo membentangkan kain putih berukuran 10 meter agar warga ikut menandatangani kain putih tersebut sebagai bentuk dukungan pada KPK.

Selain itu, Syamsudin dan teman-teman pegiat anti korupsi Probolinggo juga melakukan aksi cukur gundul di depan Kantor Bupati Probolinggo.

Sumber Korupsi Hasan Aminuddin

Situs korantempo.co, menulis sumber korupsi Hasan Aminuddin meliputi, dagangan jabatan, penguasaan proyek-proyek pemerintah hingga pembiaran Dana Desa (DD) yang masuk ke setiap desa.

Dalam cover story tempo, disebut harga jabatan yang dipatok dari Rp 20 juta hingga Rp 600 juta.

Penguasaan proyek pemerintah itu memancarkan upeti dari pengusaha/kontraktor ke Hasan Aminuddin. Sebab berbagai proyek infrastruktur di Pemkab Probolinggo sudah dikuasai oleh anak dan kerabat atau keluarga Hasan Aminuddin.

Dugaan korupsi dinasti Hasan Aminuddin itu mulai terkuak setelah KPK berhasil melakukan OTT kepada Bupati Probolinggo non aktif Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin.

Keduanya bersama 20 tersangka lain dijebloskan ke tahanan KPK setelah terlibat uang pengisian jabatan kepala desa (Pj Kades) di 252 desa di 24 kecamatan se Probolinggo yang akan segera berakhir masa jabatannya pada 9 September 2021.

Membongkar Akar Korupsi di Probolinggo

Syamsudin berharap KPK bisa membongkar praktik dugaan korupsi dinas Hasan Aminuddin di Probolinggo.

“OTT KPK hanya pintu masuk untuk membongkar praktik korupsi di Probolinggo hingga ke akar-akarnya,” sebut Syamsudin dalam orasi usai membaca Shalawat Asyghil di depan kantor Bupati Probolinggo.

Tuntutan pegiat anti korupsi Probolinggo ini seperti direspon oleh KPK.

Pada Sabtu 4 September 2021. KPK kembali datang ke Probolinggo untuk menggeledah dua rumah anak Hasan Aminuddin dari istri pertama.

Penggeledah KPK yang kedua ini dalam rangka mencari tambahan alat bukti dalam perkara dugaan korupsi yang melibatkan Hasan Aminuddin dan Bupati Probolinggo non aktif Puput Tantriana Sari.

Sebelumnya KPK telah menggeledah rumah pribadi, pemkab, dan pendopo kabupaten serta kantor desa dan kecamatan.

Seperti dikuti detikcom, Sabtu (4/9/2021), KPK pertama kali datang ke rumah anak pertama Hasan yang bernama, Dini Rahmawati.

Selama 4 jam KPK menggeledah rumah itu, lalu bergeser ke rumah anak kedua, Zulmi Noor Hasani, yang persis di samping rumah Dini.

Petugas KPK datang mengendarai 2 mobil ke rumah tersebut.

Penggeledahan sendiri dijaga oleh polisi bersenjata lengkap yang diperbantukan. Awak media juga hanya bisa mengambil foto dari luar rumah.

Salah seorang tukang becak, Supa’i yang mangkal di dekat rumah Zulmi mengatakan dirinya melihat langsung ada dua mobil masuk ke rumah Zulmi.

Supa’i juga melihat sejumlah polisi langsung melakukan penjagaan setelahnya.

“Benar ada mobil masuk. Ada belasan polisi juga, bersenjata lengkap masuk ke rumah itu,” kata Supa’i.

Selama hampir 4 jam melakukan penggeledahan di rumah Zulmi, KPK terlihat keluar membawa koper. (ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.