Video  

Dies Natalis ke-61, ITS Surabaya Rayakan Advancing Humanity

dies-natalis-ke-61,-its-surabaya-rayakan-advancing-humanity

SURABAYA – KEMPALAN : Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi membuka Dies Natalis ke-61, Kamis (9/9) dengan mengusung nilai Advancing Humanity.
Pembukaan dies natalis ditandai dengan lelang karya proyek kemanusiaan yang ditujukan bagi para terdampak Covid-19 dan penyandang disabilitas. Adapun nilai Advancing Humanity bermakna bahwa ITS akan terus berkontribusi memajukan derajat kehidupan dan peradaban manusia melalui pengembangan sains, teknologi, dan inovasi. Secara tersirat menunjukkan semangat perjuangan untuk kemanusiaan.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menyampaikan bahwa selama pandemi Covid-19 ini, ITS telah menghadirkan beberapa kebijakan kesejahteraan untuk membantu mahasiswa dan tenaga kependidikan yang turut terdampak.
Selain itu, rektor yang biasa disapa Ashari tersebut menjelaskan, ITS memiliki kebijakan dana abadi untuk mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kemudian, menyusul adanya Menara Sains, akan diteruskan pembangunan berbagai tower di ITS untuk mendukung aktivitas perkuliahan untuk wilayah Fakultas Electics, Vokasi dan Creabiz di ITS.
“Agar lebih membumi, ITS juga akan memperkuat inovasi melalui dimulainya pembangunan kawasan Science Techno Park pada tahun 2021 ini,” terang Guru Besar Teknik Elektro tersebut.
Pada tahun ini, ITS pun telah menghadirkan berbagai inovasi dan invensi yang berfokus untuk bidang kesehatan dan kemanusiaan atas nilai Advancing Humanity yang dibawanya. Di antaranya seperti robot RAISA yang berperan penting dalam penanganan pasien COVID-19 di RS Fatmawati Jakarta dan RSMH Palembang.
“Produk lainnya seperti oxygen concentrator (Oxits) yang dirilis satu bulan lalu untuk membantu memenuhi kebutuhan pasokan oksigen untuk pasien Covid-19,” tambah Ashari.
Diselenggarakan secara hybrid dari Gedung Rektorat ITS, gelaran ini menghadirkan berbagai macam kegiatan seperti ITS Sportainment, ITS Entertainment, ITS Social Responsibility, ITS National Contribution, serta ITS Dies Natalis Main Event.
Turut hadir pula secara virtual, Angkie Yudistia, sebagai inspirasi anak bangsa yang selalu semangat menciptakan ekosistem yang inklusif di Indonesia. Disampaikan Angkie yang juga penyandang tunarungu, penyandang disabilitas sejatinya memiliki kesempatan yang sama baik sebagai penyelenggara pendidikan maupun peserta didik.
“Berbagai inovasi yang telah dilakukan ITS diharapkan dapat melibatkan penyandang disabilitas dan dapat memecahkan isu sosial ekonomi yang dihadapi mereka terutama dalam pembaharuan yang inklusif di masa pandemi ini,” pesan Staf Khusus Presiden RI bidang Sosial tersebut.
Acara berlanjut dengan sesi lelang karya ITS yang dipandu oleh Sri Fatmawati SSi MSc PhD. Barang yang dilelang meliputi satu set merchandise Dies Natalis ke-61 ITS dan songkok spesial dengan ukiran “61” hasil karya pengrajin lokal.
Yang paling spesial adalah gitar rotan dengan teknologi bambu laminasi karya inovator ITS Dr Agus Windarto DEA.
“Gitar ini hanya ada lima dan empat di antaranya dimiliki oleh musisi besar tanah air,” ujar dosen Departemen Kimia yang biasa disapa Fatma tersebut.
Gitar tersebut berhasil terlelang dengan harga Rp20 juta oleh Rifqi Isnanda dari Ikatan Alumni (IKA) ITS Jakarta. Adapun semua hasil lelang akan disumbangkan melalui ITS Satgas Covid-19 bagi masyarakat terdampak Covid-19 dan penyandang disabilitas. Ssehingga harapannya euforia gelaran ini tak hanya dirasakan oleh keluarga ITS, namun juga semua orang di luar ITS. (Nani Mashita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.