Video  

Batal Menghuni Neraka Karena Rahmat Allah

batal-menghuni-neraka-karena-rahmat-allah

Oleh : Ferry Is Mirza,

Wartawan Utama Pengurus PWI Jawa Timur

KEMPALAN: Di suatu negeri ada satu orang yang terkenal karena kedermawanannya.

Di mata banyak orang, dia lah dianggap paling alim karena ilmu agamanya, paling shaleh karena amalan jariyahnya.

Karena begitu terkenalnya dia, sampai-sampai di berbagai pelosok kota dan desa, dia jadi bahan pembicaraan.

Bahkan berita tentang kealimannya dan keshalehannya pun jadi bahan pembicaraan para penghuni langit, alias di mata para malaikat. Dia lah penghuni bumi yang paling baik pada jamannya.

Disaat ramainya kegaduhan para malaikat di langit dikarenakan mereka saling berdiskusi membahas amalan kebaikan seorang penghuni bumi tersebut.

Tiba-tiba malaikat Jibril dipanggil oleh Allah, dan ditanyai: “Wahai Jibril tahukah kamu, siapakah nama orang (penghuni bumi itu) yang membuat para malaikat terkagum-kagum padanya ?”

Jibril menjawab:
“Saya tahu ya Allah, dia bernama fulan bin fulan. Setahu saya, dia sudah puluhan tahun jadi orang baik, alim, shaleh, dermawan lagi. Sungguh pantas baginya nanti masuk Surga”.

Allah berkata:
“Jangan menilai dulu tentang dia, coba kamu ke Lauhul Mahfuzh, carilah namanya di Buku Induk lalu bacalah profilnya”

Ketika Jibril membuka lembaran demi lembaran dari Buku Induk tersebut, dibacalah urutan nama-nama makhluk di daftar indeks,

Maka tiba-tiba Jibril kaget tatkala membaca profil orang itu, lantas Jibril bertanya:

“Ya Allah, di sini tertulis bahwa orang itu termasuk penghuni neraka, dosa apa yang mengakibatkan dia nantinya sebagai penghuni neraka. Setahu saya, dia puluhan tahun amal kebaikannya?”

Allah berkata:
“Kalau kamu ingin tahu jawabannya, turunlah kamu sekarang ke bumi, temui orang itu, niscaya dia akan mengakui dosanya di hadapanmu”.

Maka Jibril pun turun menemui orang itu yang sedang sendirian berdiri malam hari di halaman masjid yang barusan di sumbang olehnya.

Jibril menyamar jadi seorang pemuda dan langsung menampakkan diri di hadapan orang itu.

Lalu Jibril berkata:
“Aku adalah malaikat yang diutus Allah untuk mengabarimu, bahwa kamu termasuk penghuni neraka”.

Orang itu tidak kaget mendengar info tentang nasibnya di akherat nanti, bahkan tersenyum sambil berkata:

“Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin, ternyata Allah mengabari duluan kepadaku bahwa aku termasuk penghuni neraka”.

Jibril jadi keheranan melihatnya sambil bertanya:
“Lho kenapa kamu kok malah bersyukur jadi penghuni neraka ?”

Orang itu berkata:
“Aku bersyukurnya bukan karena aku lebih senang masuk neraka daripada masuk surga,

Tetapi, yang membuatku bersyukur adalah aku dikabari duluan sebelum memasukinya, berarti amalanku puluhan tahun selama ini tidak diridhai, tidak diterima oleh Allah,

Sehingga mulai saat ini aku harus beramalnya niatnya harus seikhlas-ikhlasnya, dan aku bersyukur bahwa Allah masih Maha Pengasih dan Penyayang, peduli kepadaku untuk tidak membiarkanku berlarut-larut dalam kemunafikan”.

Jibril bertanya:
“Berarti selama ini amalan niatanmu bukan karena Allah ? Tidak ikhlas kepada Allah ?”

Orang itu berkata:
“Benar, aku akui kalau selama puluhan tahun ini niatanku jadi orang baik yakni ingin terkenal, ingin dinilai manusia bahwa aku ini orangnya alim, sholeh, dermawan.

Dan aku juga pernah merasa bahwa dengan modal amalan shaleh yang banyak tersebut maka aku yakin bisa masuk surga, alias aku menggantungkan nasibku masuk surga atau tidak, kepada amalanku,

Mohon sampaikan kepada Allah, meski dosaku puluhan tahun banyaknya, tapi rahmatNya lebih banyak dibanding hitungan dosaku dan hitungan amalan shalehku, maka aku sangat mengharapkan rahmatNya berwujud ampunanNya kepadaku”.

Kemudian terbanglah Jibril ke langit untuk menghadap kepada Allah, maka Allah berkata:

“Bukalah kembali Buku Induk, dan baca lagi profilnya orang itu”.

Maka Jibril pun membacanya ternyata ada tulisan yang dicoret yakni kalimat yang berbunyi dia penghuni Neraka, diganti tulisan baru di sebelahnya dengan kalimat yang berbunyi dia penghuni Surga.

Lantas Jibril bertanya:
“Ya Allah, kok bisa dengan sekejap Engkau merubah nasib orang itu menjadi penghuni surga, padahal dia kan belum praktik beramalan ibadah yang ikhlas?”

Allah menjawab:
“Dengan ucapan bacaan Alhamdulillah saja itu sudah cukup baginya dari amalan kebaikan apapun yang akan dia kerjakan.

Ucapan dzikir bacaan Tahmid tersebut sebagai bukti bahwa orang itu ikhlas berucapnya dari hati dan menggantungkan nasib kepadaKu, mengharap ampunanKu, maka orang itu tidak akan terputus dari rahmatKu sampai akhir hayatnya.

#tafsirdarialquran surat Yunus 58, dan Ar Ra’d 39.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.