Video  

Kementerian Kominfo Putus Akses Situs Palsu “Pedulilindungia.com”

kementerian-kominfo-putus-akses-situs-palsu-“pedulilindungia.com”

JAKARTA-KEMPALAN: Baru-baru ini muncul situs “pedulilindungia.com” yang membuat khalayak umum kebingungan. Sebab secara tampilan, user interface, logo, hingga gambar sangat menyerupai situs resmi pemerintah “pedulilindungi.id”. Situs palsu tersebut akhirnya ditindak tegas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan melakukan pemutusan akses (blokir).

Dedy Permadi selaku Juru Bicara Kementerian Kominfo menjelaskan, jika informasi dan data yang ada di dalam situs “pedulilindungia.com” tidak terkoneksi dengan situs resmi pemerintah “pedulilindungi.id”. Ia juga mengklarifikasi bahwa situs palsu tersebut tidak berhubungan apapun dengan pemerintah dalam konteks memutus dan penanganan pandemi Covid-19.

Sebagai perwakilan dari Kementerian Kominfo dan pemerintah, Dedy mengungkapkan bahwa masyarakat harus tetap berhati-hati terkait adanya misinformasi atau kabar hoax perihal situs website yang seolah-olah mencantumkan nama “pedulilindungi”.

“Dan masyarakat dihimbau hanya mengakses situs resmi pedulilindungi.id serta mengunduh aplikasi resmi PeduliLindungi di App Store dan Google Play Store,” jelasnya dalam keterangan resmi.

Di lain sisi, Rinaldy selaku Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN menuturkan, jika aplikasi “pedulilindungi.id” ialah berada di bawah otoritas dan wewenang BSSN pada dimensi proteksi yang langsung dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

“Jadi di aplikasi Pedulilindungi ini, BSSN memegang desain keamanan, terhadap serangan siber, berikut juga kebutuhan data forensik jika dibutuhkan. Dan platform ini memiliki tiga keamanan, pertama pada keamanan aplikasinya itu sendiri, infrastruktur termasuk pusat data nasional, karena ini ranah yang diberikan oleh BSSN, dan terakhir pengamanan data pengguna,” ujar Rinaldy dalam agenda virtual yang bertajuk ‘Mengenal Lebih Dekat Aplikasi Peduli Lindungi’.

Rinaldy memamaparkan secara gamblang bahwa saat ini yang menjadi persoalan ialah kesadaran masyarkat Indonesia yang masih minim perihal keamanan data. Dan tentu saja ini menjadi tugas penting dan krusial bagi BSSN untuk dapat mengejawantahkan. (Rafi Aufa Mawardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.