Video  

Langkanya Perempuan di Pemerintahan

langkanya-perempuan-di-pemerintahan

KABUL-KEMPALAN: Dengan diumumkannya pemerintahan sementara yang akan mengisi kekosongan kekuasaan di Afghanistan semenjak Taliban berkuasa, rata-rata yang menempati posisi teratas di pemerintahan merupakan militan Taliban dan tidak ada perempuan sama sekali yang terlihat sejauh ini.

Rezim baru Taliban yang sebelumnya dijanjikan akan menjadi inklusif nyatanya tidak menjadi kenyataan karena keadaan kesetaraan menjadi lebih parah dibandingkan Afghanistan pra-Taliban. Janji Taliban tersebut tidak terlaksana dan seperti merefleksikan kembali Afghanistan sebelumnya dimana perempuan seolah-olah menghilang dari kehidupan publik.

Sebelumnya, perempuan di Afghanistan hanya mendapatkan kesempatan sekitar 6,5% di kursi pemerintahan menurut data Januari 2021 dari Inter-Parliamentary Union (IPU) yang merupakan organisasi internasional untuk parlemen di seluruh dunia.

Namun, ketika Taliban menguasai Afghanistan dan mengumumkan kabinet barunya, tidak ada sama sekali perempuan yang ada di kabinet.

Afghanistan menjadi negara dengan kabinet tanpa perempuan berbarengan dengan Azerbaijan, Armenia, Brunei Darussalam, Korea Utara, Saudi Arabia, Vietnam, Yaman dan beberapa negara lainnya jika melihat data dari IPU.

Nihil dan absennya perempuan di kabinet pemerintahan Afghanistan membelakangi tren global pada saat ini dimana banyak perempuan yang menjadi petinggi pemerintahan di beberapa negara.

Sebut saja negara Nikaragua yang menyandang predikat “kabinet ternetral” karena proporsi perempuan sama dan bahkan sedikit lebih banyak dibandingkan pria.

Padahal, tidak jauh berbeda seperti Taliban, Nikaragua juga merupakan negara hasil revolusi pada tahun 1980-an yang sebelumnya kesetaraan merupakan hal yang langka. Namun Nikaragua berhasil menjadi negara dengan kesetaraan gender tertinggi di dunia peringkat 1 di region Amerika Latin dan Karibia. (CNN, Muhamad Nurilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.