Video  

Targetkan 136 Medali Emas, Jatim Yakin Juara Umum PON XX Papua

targetkan-136-medali-emas,-jatim-yakin-juara-umum-pon-xx-papua

SURABAYA-KEMPALAN: Jatim optimistis bakal merebut gelar juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang akan berlangsung 23 September hingga 15 Oktober 2021 mendatang. Untuk bisa meraih itu, Jatim menargetkan bakal merebut 136 keping medali emas.

Hal itu disampaikan Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung usai acara pelepasan kontingen PON XX Jatim oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/9) siang.

“Sesuai target awal, Jatim harus juara umum. Untuk itu, Jatim menargetkan merebut 136 medali emas,” tegas Erlangga Satriagung kepada awak media.

Menurut Erlangga, target merebut 136 medali emas itu merupakan target realistis. Dia menyebut, dari 37 cabang olahraga (cabor) yang diikuti, ada 15 cabor yang jadi andalan. Antara lain cabor
menembak, atletik, panahan, selam, renang, tenis lapangan, panjat tebing, Wushu, paralayang, dan gulat. Bahkan, untuk gulat ia yakin bakal menyabet 7 medali emas.

“Insya Allah, dari 15 cabor tersebut Jatim bakal mampu memenuhi target perolehan medali, disamping dari beberapa cabor lainnya,” terang Erlangga.

Sedang untuk cabor hoki, Jatim hanya mengikuti indoor putra. Untuk indoor putri, Jatim absen. Termasuk outdoor putra-putri.

Erlangga menyayangkan adanya 10 cabor yang tidak dipertandingkan di PON XX Papua. Sebab, dari 10 cabor tersebut Jatim telah kehilangan 36 medali emas. Adapun 10 cabor tersebut, yakni tenis meja, balap sepeda, bridge, esport, gateball, golf, petanque, ski air, soft tenis, tenis meja, dan woodball.

Jatim sendiri di PON XX Papua menerjunkan 543 atlet dari 37 cabor yang diikuti. Jatim diprediksi akan bersaing dengan Jabar, DKI Jakarta, dan Papua untuk merebut juara umum dari total 776 medali emas yang diperebutkan.

Pada PON IX Jabar 2016, Jatim menempati urutan runner up di bawah Jabar yang tampil sebagai juara umum. Kala itu, Jatim merebut 132 medali emas, 138 perak, dan 134 perunggu. Sedang Jabar membabit 217 medali emas, 154 perak, dan 158 perunggu.

Gubernur Khofifah menyerahkan bendera kontingen PON Jatim kepada Ketua Umum KONI Jatim Erlangga Satriagung di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (9/9).

Sementara urutan ketiga ditempati DKI Jakarta dengan perolehan 132 medali emas, 123 perak, dan 118 perunggu.

“Tapi hasil PON Jabar itu tidak bisa dijadikan tolak ukur. Sebab, setelah ada pandemi ini petanya agak gelap. Karena hampir tidak ada lomba atau pertandingan, baik internasional maupun nasional,” ujarnya.

Hal ini, lanjut Erlangga, sama juga dengan kondisi yang dialami Jabar, DKI, maupun Papua sebagai tuan rumah. “Sama gelapnya,” ujarnya.

Tapi, karena Jatim punya cabor andalan, ia yakin target 136 medali emas bakal tercapai. “Kita kan punya cabor dengan target emas gemuk dan emas kurus. Nggak mungkin emas gemuk tiba-tiba berubah jadi perunggu. Kecuali ada yang cidera atau sebab lain,” tandasnya.

Yang incredible itu, menurut Erlangga, adalah ketika H-2 keberangkatan. Pasalnya, untuk bisa berangkat persyaratannya harus vaksin dua kali dan PCR negatif.

“Kalau PCR hasilnya positif, ya sudah selesai. Meskipun targetnya emas tiga, emas empat, kalau nggak boleh berangkat ya percuma,” bebernya.

Demikian pula ketika akan bertanding, tiap atlet akan diswab antigen. Kalau hasilnya negatif, tidak boleh bertanding. “Inilah yang harus kita waspadai,” sambungnya.

Sedang mengenai bonus, Erlangga belum bersedia menyebut. “Kita berjuang dulu, baru bicara bonus. Belum berjuang kok ngomong bonus,” kilahnya.

Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa tidak banyak memberikan komentar. Pertama, dia mengucapkan selamat berlaga, selamat berjuang, mudah-mudahan meraih prestasi setinggi-tingginya dan mereka dalam keadaan sehat.

Kedua, Khofifah mohon doa warga Jawa Timur di mana saja, bukan hanya warga Jawa Timur yang ada di Jawa Timur. “Doakan agar seluruh kontingen PON XX dari Jawa Timur semuanya bisa memberikan yang terbaik, prestasi tertinggi, semuanya sehat, aman, lancar,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.