Video  

Terorisme, War on Terror, dan Perubahan Bentuk Diplomasi

terorisme,-war-on-terror,-dan-perubahan-bentuk-diplomasi

Kempalan: Dalam sejarahnya, teroris merujuk kepada sebuah fenomena ketika negara melakukan dan menebarkan ketakutan terhadap warganya pada saat Revolusi Prancis. Namun pada saat ini, istilah teroris mengalami pergeseran makna namun tetap memiliki satu kesamaan yaitu adanya penggunaan kekerasan. Pada era ini, teroris dapat merujuk kepada seseorang atau sekumpulan orang-orang yang menyebarkan ketakutan seluas-luasnya.

Pada abad ke-19 sampai awal abad ke-20, dunia banyak menyaksikan tindakan terorisme seperti pembunuhan Tsar Alexander II pada tahun 1881 atau pengeboman di Wall Street pada tahun 1920. Tahun 1968 menjadi tahun kelahiran terorisme transnasional karena adanya tiga faktor yaitu ekspansi penerbangan domestik, tersedianya pemberitaan yang semakin baik dan lebarnya spektrum politik dan ideologi yang menghasilkan banyak ekstrimis baru.

Pada 11 September 2001, kiblat dunia seolah-olah bergeser ke Amerika Serikat. Pada 11 September 2001 di Amerika Serikat, 19 teroris membajak pesawat komersial lalu menabrakkan pesawatnya ke Gedung World Trade Center (WTC) dan Pentagon dengan kurang lebih 3000 orang meninggal akibat kejadian ini. Tindakan terorisme ini menjadi salah satu pemantik Amerika Serikat untuk segera melakukan tindakan yang menjadi tanda dunia melawan tindakan terorisme secara global.

Amerika Serikat dibawah Presiden Bush kemudian mendeklarasikan War on Terror (WoT) yang menjadi tanda bahwa dunia akan melawan semua tindakan terorisme. Kejadian 9/11 membangkitkan publik dan bahkan dunia untuk sadar terhadap eksisnya ancaman terorisme dan kemudian juga membangkitkan kerja sama antara negara-negara dengan tujuan yang sama yaitu untuk menghentikan tindakan terorisme. WoT berperan sebagai pemantik untuk dunia dalam melawan semua tindakan terorisme dan membuat perubahan dalam diplomasi. WoT membangkitkan kembali diplomasi tradisional meliputi Summit, Diplomasi Rahasia, dan Diplomasi Publik.

WoT membangkitkan kembali Diplomasi Tradisional salah satunya yaitu Summit yang merupakan jenis diplomasi pertemuan antara tiap kepala negara untuk membahas suatu permasalahan secara bersama. Sebagai contohnya pada tahun 2016, Summit ke-4 ASEAN-US membahas mengenai penanganan terorisme. Selain itu pada tahun 2015, Amerika Serikat mengundang 60 pemimpin negara di dunia pada Summit yang membahas “Countering Terorrism” di Washington D.C. untuk dapat berkoalisi melawan ISIL (Islamic State of Iraq and the Levant). Selain itu, WoT juga membangkitkan kembali Diplomasi Rahasia meskipun jenis diplomasi ini sangat kuno di era digital dan transparansi.

(Center for Strategic Research/ Buku Terrorism and Globalization karya James Kiras, Muhamad Nurilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.