Video  

23 Perusahaan Berskala Besar akan Terjun di Bursa Efek Indonesia (BEI)

23-perusahaan-berskala-besar-akan-terjun-di-bursa-efek-indonesia-(bei)

JAKARTA-KEMPALAN: Skema initial public offering (IPO) yang dilakukan oleh berbagai perusahaan telah merubah paradigma bisnis. Hal ini tercermin di sisa tahun 2021 ini, di mana ada sekitar 23 perusahaan dengan skala makro yang akan terjun di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tren IPO di beberapa tahun terakhir meningkat secara drastis. Strategi bisnis yang ditempuh oleh berbagai perusahaan cukup oportunis dan berhati-hati pula. Sebab saham-saham awal yang sifatnya private atau tertutup, akan dijual kepada para investor yang berasal seluruh masyarakat secara general.

Dari pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melegitimasi pasar modal Indonesia juga selektif dalam memberikan syarat kualifikasi kepada perusahaan yang ingin membuka pintu IPO. Yang paling fundamental, perusahaan yang akan melakukan IPO harus bersih, tidak bermasalah, dan potensial untuk ke depannya.

Melansir dari informasi yang dikeluarkan secara resmi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), ada sekitar 23 perusahaan yang sudah dalam tahapan IPO, pada Kamis (9/9). Yang menarik, dari total 23 perusahaan yang mengantre untuk lakukan IPO, terdapat 1 perusahaan teknologi yang cukup potensial.

I Gede Nyoman Yetna selaku Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan, selain ada 1 perusahaan dari sektor teknologi, ada juga 1 perusahaan yang berasal dari sektor energi dengan spektrum cakupan di usaha energi terbarukan. Akumulasi dari 23 perusahaan ini, hampir sebagian besar adalah perusahaan yang memiliki track record bagus dan berada dalam taraf perusahaan makro.

“12 perusahaan aset skala besar (dengan aset di atas Rp250 miliar),” Ujar I Gede Nyoman Yetna, dikutip dari Bisnis, pada Sabtu (11/9).

I Gede melanjutkan ada sekitar 4 perusahaan yang asetnya tergolong kecil jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain yang terdaftar. Hal ini disebabkan valuasi asetnya tidak sampai angka Rp 50 miliar. Kemudian, ada 7 perusahaan yang masuk dalam kategori menengah, yakni perusahaan dengan valuasi asetnya Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. (Rafi Aufa Mawardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.