Gubernur Mahyeldi Tinjau Bekas Kebakaran Pasar Bawah Bukittinggi

- Editorial Staff

Minggu, 12 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meninjau bekas kebakaran yang menghanguskan 300 kios dan lapak pedagang di Pasar Bawah Bukittinggi dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

“Kita mendapat informasi bahwa antara pedagang dan Pemkot Bukittinggi sudah ada komunikasi dan beberapa kesepakatan. Inilah yang penting. Kalau pedagang ada ganjalan, segera sampaikan,” katanya di Pasar Bawah Bukittinggi, Minggu (12/9/21) dilansir dari Biro Adpim Sumbar.

Gubernur meyakini Pemkot Bukittinggi telah mengambil langkah-langkah untuk menanggulangi bencana tersebut dengan tetap mempertimbangkan kepentingan pedagang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nanti kita lihat apa yang bisa dibantu oleh Pemprov Sumbar akan segera kita koordinasikan,” ujarnya.

Ia meminta agar pedagang tabah menerima cobaan tersebut dan tetap menjaga suasana kondusif agar perbaikan segera bisa dilaksanakan.

Salah seorang pedagang, Amrizal (60) berterima kasih atas kunjungan gubernur yang memberikan dukungan moril kepada pedagang.

“Kami berharap Pemprov Sumbar dan Pemkot Bukittinggi bisa membantu agar kami kembali bisa berdagang secepatnya,” ujarnya.

Amrizal menyebut khusus untuk kios miliknya, kerugian yang diderita mencapai Rp200 juta lebih karena selain kios, barang dagangannya juga ludes terbakar.

Kebakaran hebat yang menghanguskan sekitar 300 kios dan lapak pedagang Pasar Bawah Bukittinggi itu terjadi Sabtu (11/9/2021) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Pedagang yang telah pulang ke rumah masing-masing tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya sehingga kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.

Berita Terkait

SMPN 1 Mapattunggul Tutupi Informasi Dana BOS hingga Disebut Tak Ada SPJ, Kabid SMP: Harus Dikelola Secara Terbuka
SMPN 1 Mapattunggul Tidak Miliki Arsip SPJ Dana BOS 2019-2021, Kabid SMP: Seharusnya Ada di Sekolah
Bencana Longsor Rontokkan Pembangunan Jalan di Mapattunggul Pasaman
Kewenangan Dipertanyakan, Inspektorat Periksa Sekda Non Aktif Pasca Bupati Pasaman Diperiksa Ombudsman
BPK Temukan Masalah Serius Enam Paket Proyek IPAL Dinkes Pasaman
Kejari Pasaman Terima Titipan Pengembalian Kerugian Negara dari Mantan Wali Nagari Sundata
Tanaman Karet Sumber Nafkah Ditumbang Tanpa Izin, Warga Pasaman Pagar Jalan sebagai Bentuk Perlawanan
Ombudsman Periksa Bupati Pasaman Sabar AS Terkait Pembebastugasan Sekda

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 15:14 WIB

SMPN 1 Mapattunggul Tutupi Informasi Dana BOS hingga Disebut Tak Ada SPJ, Kabid SMP: Harus Dikelola Secara Terbuka

Sabtu, 24 Februari 2024 - 11:26 WIB

SMPN 1 Mapattunggul Tidak Miliki Arsip SPJ Dana BOS 2019-2021, Kabid SMP: Seharusnya Ada di Sekolah

Senin, 5 Februari 2024 - 10:28 WIB

Bencana Longsor Rontokkan Pembangunan Jalan di Mapattunggul Pasaman

Kamis, 1 Februari 2024 - 13:46 WIB

Kewenangan Dipertanyakan, Inspektorat Periksa Sekda Non Aktif Pasca Bupati Pasaman Diperiksa Ombudsman

Rabu, 31 Januari 2024 - 13:38 WIB

BPK Temukan Masalah Serius Enam Paket Proyek IPAL Dinkes Pasaman

Sabtu, 27 Januari 2024 - 18:55 WIB

Kejari Pasaman Terima Titipan Pengembalian Kerugian Negara dari Mantan Wali Nagari Sundata

Selasa, 23 Januari 2024 - 15:52 WIB

Tanaman Karet Sumber Nafkah Ditumbang Tanpa Izin, Warga Pasaman Pagar Jalan sebagai Bentuk Perlawanan

Selasa, 23 Januari 2024 - 09:55 WIB

Ombudsman Periksa Bupati Pasaman Sabar AS Terkait Pembebastugasan Sekda

Berita Terbaru

Regional

Eksekusi Rumah di Jalan Kenjeran Berlangsung Ricuh

Selasa, 27 Feb 2024 - 12:18 WIB