Video  

Djoko Bukan Ronaldo

djoko-bukan-ronaldo

NEW YORK-KEMPALAN: Petenis Novak Djokovic dan bintang Manchester United Cristiano Ronaldo bersahabat. Keduanya sering saling dukung satu sama lainnya. Tetapi sayangnya, Djoko (sapaan akrab Djokovic) gagal mengikuti jejak Ronaldo yang mengakhiri pekan kemarin dengan happy.
CR7 sudah menandai akhir pekannya dengan menciptakan dua gol dalam laga comeback-nya bersama Setan Merah (julukan United). Di Old Trafford, Manchester, Sabtu malam (11/9), CR7 dua kali menjebol gawang Newcastle United dalam lanjutan pekan keempat Liga Inggris.
Senin pagi WIB (13/9), CR7 takkan bisa memberi ucapan selamat kepada sahabatnya itu. Sebab, Djoko gagal menuntaskan akhir pekannya dengan memenangi final AS Terbuka. Di final, petenis nomor wahid dunia itu ditundukkan unggulan kedua dari Rusia Daniil Medvedev.
Djoko menyerah 4-6 4-6 4-6 dalam pertarungan yang berlangsung selama 2 jam 15 menit di Flushing Meadows, New York. ’’Sulit bagiku menerima kekalahan ini mengingat semua yang sudah saya pertaruhkan,’’ sesal Djoko.

Novak Djokovic mengusap wajahnya dengan kaos setelah gagal memenangi final AS Terbuka di Flushing Meadows, New York, Senin (13/9). Foto: Twitter

Dia tidak seperti CR7 yang mampu memanfaatkan dukungan ribuan fans di Old Trafford untuk memotivasinya. Pertarungan Djokovic-Medvedev ini ditonton ribuan fans di Arthur Ashe Stadium, Flushing Meadows.
’’Mereka sudah membuat saya merasa sangat istimewa. Mereka sudah mengejutkan saya hari ini. Saya seperti merasakan apa yang sudah lama tidak saya rasakan selama berada di New York,’’ tutur petenis 34 tahun itu.
Yang paling menyedihkan, Djoko sudah melewatkan kesempatan terbaiknya untuk dapat berdiri sejajar dengan CR7. Apa itu? Kesempatan untuk menyapu bersih gelar juara di tiga ajang mayor.
Seperti CR7 misalnya. Pencetak gol terbanyak timnas itu sudah pernah membawa klub di tiga liga domestik papan atas terbaik Eropa sekaligus. Dia sudah tiga kali meraih gelar juara Liga Inggris untuk United.
Bersama Real Madrid, CR7 dua kali juara La Liga. Sedangkan ketika berkostum Juventus dia dua kali merengkuh scudetto. Djoko? Dia sudah memenangi 20 dari 30 kali final Grand Slam sepanjang karirnya.
Dan, tahun ini dia gagal menyempurnakan gelar juara Grand Slam. Djoko sudah menang di Australia Terbuka, Prancis Terbuka, dan Wimbledon. Dia gagal jadi orang pertama yang dapat memenangi empat gelar Grand Slam dalam setahun.
Hanya petenis legendaris Australia Rod Laver yang mampu menyapu bersih gelar juara di tiga Grand Slam mayor tersebut dalam setahun. Tepatnya pada edisi tahun 1969. Djoko lewat cuitan Twitter pun tetap diberi apresiasi dari sang legenda.
’’Kuatkan hatimu, Novak! Lanjutkan pencarianmu,’’ kicau Laver lewat akun Twitter-nya @rodlaver. Setidaknya sampai Djoko dan Ronaldo bisa sama-sama mewarnai tahun 2022 dengan gelar juara. (ATP Tour, Yunita Mega Pratiwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.