Video  

Jawaban Pecco untuk Sang Guru

jawaban-pecco-untuk-sang-guru

ALCANIZ-KEMPALAN: Seorang guru biasanya sudah mengetahui sejauh mana kemampuan muridnya. Begitu pula Valentino Rossi yang sudah jadi guru bagi pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia.
Vale, begitu Rossi biasa disapa, adalah sosok yang banyak memoles kemampuan Bagnaia di VR46 Riders Academy. Makanya, Rossi pun bisa memprediksi Bagnaia bisa merajai balapan di GP Aragon, Minggu malam WIB (12/9).
’’Menurutku, sudah waktunya Pecco (sapaan akrab Bagnaia) untuk memenangi balapan, dan mendobrak tabu,’’ ucapnya sebelum balapan dimulai, seperti dikutip dari situs Motosan.es. Tabu karena sejak 2019 di MotoGP Pecco belum pernah juara.

Ekspresi Francesco “Pecco” Bagnaia setelah memenangi GP Aragon, Minggu malam WIB (12/9). Foto: beIN Sports

Rossi tidak asal mengucap. Tapi dia sudah tahu kualitas anak didiknya itu. ’’Dia mampu melaju dengan sangat cepat. Seperti pabrikan Ducati, mereka juga sudah melakukan pekerjaan yang hebat,’’ tambah pebalap yang sudah menjadikan musim ini sebagai musim terakhirnya sebagai penunggang kuda besi itu.
Prediksi sang guru pun benar. Pecco pun mampu memenangi GP Aragon. Spesialnya, dia berhasil memenangi tujuh kali adu saling salip dengan rider Repsol Honda Marc Marquez dalam empat lap. Terutama dalam tiga lap terakhir.
Saking sengitnya adu cepat antara Pecco dan Marquez itu, Pecco finis hanya pertama dan hanya berselisih 0,673 detik dengan rider enam kali juara dunia tersebut. Pecco menembus finis dengan catatan waktu 41 menit 44,422 detik.
Selayaknya seorang guru, Rossi pun seperti melihat hasil “praktek” Pecco dari belakang. Dalam balapan Minggu malam, Rossi pun harus puas menginjak garis finis di urutan yang ke-19. Dia terpaut 39,073 detik dari Pecco.
Bahkan, begitu dia sudah melewati garis finis, Rossi yang membalap untuk tim Petronas Yamaha SRT itu pun langsung menghampiri Pecco. Keduanya tampak asyik berbincang, dan di sela-sela perbincangan itu Rossi pun menepuk pundak anak didiknya tersebut.
Seperti dia yang selalu memotivasi pebalap 24 tahun tersebut. ’’Bagiku, ini (memenangi balapan) seperti mimpi yang jadi nyata,’’ ungkap Pecco seperti yang dikutip dalam situs resmi MotoGP.
’’Tak mudah untuk tetap bertahan di depan Marc. Kondisi badannya tidak 100 persen di hari ini, tapi saya pikir hari ini dia sangat kompetitif,’’ puji Pecco. Ketangguhannya tetap berada di depan Marquez tak lepas dari didikan yang diberikan Rossi.
Pecco bukan satu-satunya murid yang sudah memberikan jawaban ke Bapak Guru Rossi. Musim lalu, Franco Morbidelli sudah lebih dulu membuktikan kualitas didikan VR46 Academy. Morbidelli tiga kali naik podium musim tersebut. Lalu berapa kali lagi Pecco naik podium? Coba tanyakan ke Bapak Guru Rossi. (MotoGP, Yunita Mega Pratiwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.