Nama Bambang Haryo Moncer di Twitter, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp

Jakarta – Nama Bambang Haryo Soekartono, Politisi Partai Gerindra, mendadak ramai diperbincangkan publik di twitter usai menyoroti kebijakan bertransportasi yang mensyaratkan vaksin, PCR dan Antigen.

Bambang Haryo dianggap netizen mewakili perasaan mereka, lantaran di massa PPKM, syarat bepergian menjadi ribet, karena warga yang bertansportasi publik diwajibkan dengan syarat yang bikin ribet. Ini, kemudian mendorong nama Bambang Haryo Trending Topik di Twitter.

Bacaan Lainnya

“Gue setuju sih dengan apa yang disampaikan oleh Pak Bambang Haryo soal kritik ke Pemerintah, mewakili perasaan ku banget, semoga cepat dipermudah” Ciut akun @velzard.

Kemudian, akun @Basilia menciutkan “Salut banget sama pak Bambang Haryo yang berani menyuarakan suara rakyat, emang kita juga merasakan betapa sulitnya persyaratan penggunaan transportasi publik saat ppkm ini , semoga cepat dipermudah”

Sementara, akun Halik Syarif menciutkan “Pendapat pak Bambang Haryo Mewakili Masyarakat di Pedalaman pak, disini belum ada vaksin. Tolong kami pak” ciutnya menambahkan link berita soal permudah syarat Bertransportasi.

Lain lagi dengan akun @Jrmaat meminta Presiden Joko Widodo untuk mendengarkan usulan dan pendapat Bambang Haryo, agar syarat bepergian dipermudah.

“Halo Pak Jokowi, dengar Pak Bambang Haryo Nih Bepergian harus mudah pak”tulis, @Jrmaat.

Sebelumnya, BHS sapaan akrab Bambang Haryo Soekartono, meminta Pemerintah, agar tidak membuat kebijakan dengan persyaratan yang memberatkan publik. Sebab, masyarakat masih tetap terpantau dengan KTP saat bepergian, jadi tidak perlu dengan vaksin dua kali, Rapid Antigen, serta PCR.

“Kalau misalnya, vaksin ini bisa dipercaya, dan bagus, seharusnya tidak perlu dengan persyaratan yang lain, antigen maupun PCR. Namun, masyarakat tetap mentaati Protokoler Kesehatan yang ketat”Ungkap BHS, yang juga ketua harian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).

Dikatakan BHS, Persyaratan daripada antigen dan PCR itu, dilakukan satu hari atau dua hari sebelum bepergian. Ini tidak menjamin masyarakat untuk tidak tertular virus. Bisa saja mereka tertular dalam waktu 1 detik. Ucapnya.

Berdasarkan data yang terpantau, saat kebijakan PPKM darurat dilakukan selama kurang lebih 3 minggu, penularan covid-19 naik 1-2 kali dan jumlah kematiannya naik hampir 2 sampai dengan 3 kalinya dan saat PPKM itu di longgarkan, level 4 dan turun hingga ke level 2 jumlah kasus baru menurun.

“Ini bukti bahwa beban masyarakat berkurang, sehingga imunitasnya bertambah. Ini yang saya lihat yang terjadi di seluruh Indonesia seperti itu, baik di Surabaya atau di Sidoarjo, dari sini Pemerintah perlu mengkaji ulang, kepada masyarakat yang menggunakan transportasi, karena masyarakat yang menggunakan transportasi terutama jarak jauh, baik itu pesawat maupun kapal laut ataupun kereta api, ini adalah kegiatan yang sesaat bagi masyarakat itu sendiri”Ucap anggota DPR-RI periode 2014-2019.

Pos terkait

loading...