Video  

Partai Demokrat AS Salahkan Trump Terkait Afghanistan

partai-demokrat-as-salahkan-trump-terkait-afghanistan

Washington D.C-Kempalan: Terkait permasalahan penarikan pasukan militer AS di Afghanistan yang menimbulkan banyak kritis di AS, Demokrat selalu melindungi Biden dan menahan badan supaya approval rating Biden tidak terus menerus turun. Ketika Demokrat selalu mencoba untuk bertahan, pada Senin (13/9), telah tampak bahwa Demokrat mulai menunjukkan taktik barunya yaitu menyalahkan presiden Trump sebagai biang keladi dari permasalahan Afghanistan.

Pada pertemuan kongres hari Senin (13/9) kemarin, Menteri Luar Negeri AS yaitu Antony Blinken mengatakan bahwa Presiden Trump yang memiliki persetujuan dengan Taliban menjadi awal mula krisis AS di Afghanistan. Berkali-kali dalam kongres tersebut terlalu menyudutkan Trump sebagai pelaku dari semua permasalahan yang ada.

“Kami yang menyediakan tenggat waktu (untuk meninggalkan Afghanistan), namun bukan kami yang menyediakan rencana tersebut” ucap Blinken pada kongres tersebut.

Biden dan partainya yaitu Demokrat selalu diserang secara terus menerus oleh partai Republikan dengan mengatakan bahwa mereka telah menjadikan Afghanistan sebagai “Sarang teroris”. Salah satu anggota partai Republikan juga mengatakan bahwa tindakan tersebut menjadi salah satu permasalahan internasional yang paling buruk dalam sejarah AS.

Sebelumnya, pada bulan Februari tahun 2020, presiden Trump menandatangani perjanjian dengan Taliban yang kemudian disebut sebagai Perjanjian Doha yang isinya merupakan upaya pemberian damai kepada Afghanistan dengan menarik semua pasukan AS dengan jaminan bahwa Taliban harus menjaga keamanan dari semua ancaman yang ada.

Kemudian Biden yang mulai mengambil alih kursi Presiden pada Januari 2021 kemudian mengudur tenggat waktu hingga bulan Agustus. “Ketika Biden mengambil alih kursi presiden, ia tidak bisa berlaku apa-apa karena presiden sebelumnya (Trump) sudah meneken perjanjian tersebut dengan Taliban” bela Blinken di kongres.

Blinken juga menambahkan bahwa Biden tidak memiliki pilihan lain, kecuali untuk menyelesaikan semua penarikan pasukan atau mungkin akan meningkatkan eskalasi konflik di Afghanistan.

(Aljazeera, Muhamad Nurilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.