Video  

Terkena Refocusing Anggaran, Kemenparekraf Tetap Optimalkan Program “Apresiasi Kreasi Indonesia”

terkena-refocusing-anggaran,-kemenparekraf-tetap-optimalkan-program-“apresiasi-kreasi-indonesia”

JAKARTA-KEMPALAN: Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif benar-benar hancur lebur selama hampir dua tahun ini. Pandemi Covid-19 yang secara masif mengakibatkan banyak tempat wisata harus tutup dan berimbas pada penunuran pendapatan dari para pelaku.

Untuk mengakselerasi dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggaungkan program bernama “Apresiasi Kreasi Indonesia”. Dalam menjalankan program unggulan ini, Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menjadi mentor yang akan mengkomodasi dan memonitoring program ini agar berjalan lancar.

Di lain sisi, Kemeparekraf menjadi salah lembaga yang mengalami refocusing anggara dana untuk program-program Kementerian. Menyikapi hal ini, Sandiaga Uno mengatakan bahwa hal tersebut tidak mematikan semangat dari Kemenparekraf untuk merumuskan serta menjalankan program secara maksimal.

Hal ini berkorelasi dengan komitmen dari Kemenparekraf untuk mengeksekusi program-program substansial, seperti “Apresiasi Kreasi Indonesia”. Program tersebut menjadi langkah tepat dari Kemenparekraf untuk membenahi sektor-sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang terkontraksi akibat pandemi.

Saya jadi super mentornya, karena ada pengurangan anggaran. Tapi enggak apa-apa,” ucap Sandiaga Uno pada keterangan resminya, Senin (13/9).

Selaku mentor langsung dalam program ini, ia menturkan bahwa menilik pada anggaran di awal, mentor-mentor untuk program ini ada banyak dan bahkan ada yang dari luar Indonesia. Akan tetapi, dengan adanya perubahan anggaran Kementerian, maka dirinya yang terjun langsung menjadi mentor sekaligus garda terdepan dalam menyukseskan program dari Kemenparekraf ini.

“Saya tentunya akan berkolaborasi dengan mereka, bahkan antar mereka sendiri. Lewat kegiatan ini ada pembicaraan kolaborasi,” jelasnya.

Politis Partai Gerindra ini berujar, jika para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus bersinergi dan berkolab


orasi. Contohnya ialah membuka tangan untuk kooperatif dengan pihak Kemenparekraf untuk meningkatkan value dan keluar dari situasi pelik ini. (Rafi Aufa Mawardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.