Dua Bulan Bos BPR Legian Sudah Jadi Terpidana Belum Dieksekusi

Terpidana Titian Wilaras (kiri) didampingi kuasa hukumnya saat menjalani sidang di PN Denpasar

Denpasar – Kurang lebih dua bulan lalu sejak pemberitahuan putusan kasasi diterima, terpidana kasus perbankan Bos BPR Legian Titian Wilaras yang sudah divonis hakim tingkat kasasi 8 tahun penjara belum juga dilakukan eksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Kasi Intel Kejari Denpasar I Putu Eka Suyanta saat dikonfirmasi wartawan terkait keadaan ini membantah. Pihaknya mengaku sampai saat ini sudah mengirim surat panggilan kedua kepada terpidana.

“Panggilan pertama kita layangkan dan dijawab bahwa yang bersangkutan sedang sakit dan ada surat dari dokter. Nah saat ini kami sudah melayangkan panggilan kedua tapi belum ada jawaban apakah mau hadir atau masih sakit,” tegas pria belum genap sebulan menjabat sebagai Kasi Intel ini pada Rabu (15/09/2021)

Dikatakan pula, selain melakukan pemanggilan, kejaksaan juga telah meminta kepada petugas berwenang untuk melakukan pencekalan. ”Kita juga sudah meminta agar dilakukan pencekalan terhadap terpidana,” tambahnya.

Kata Eka Suyanta, apabila hingga panggilan ketiga terpidana Titian Wilaras tidak hadir memenuhi panggilan eksekusi, maka tidak menutup kemungkinan dilakukan upaya eksekusi paksa, bahakan sampai penerbitan DPO (daftar pencarian orang).

“Cepat atau lambat wajib kita laksanakan perintah yang tertuang dalam amar putusan hakim. Tapi untuk saat masih kita lakukan pemanggilan secara patut dulu, apabila pemanggilan ini diabaikan, pasti akan dilakukan upaya eksekusi paksa,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pihak kejaksaan harus bekerja kejar untuk melaksanakan eksekusi lantara selama proses persidangan, Titian Wilaras memang tidak menjalani penahan di LP Kerobokan. Dia oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan Ageliky Handajani Day memberikan tahanan rumah atau kota.

Sementara itu, informasi yang beredar, Titian Wilaras dikabarkan akan mengajukan upaya hukum PK (Peninjauan Kembali) ke Mahkamah Agung (MA). Hal ini pun dibenarkan oleh Acong Latif selaku kuasa hukum Titian Wilaras saat dikonfirmasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Titian Wilaras harus menelan pil pahit setelah kasasi diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas vonis bebas dikabulkan hakim tunggal kasasi Dr. Salman Luthan, S.H., M.H.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan menerima kasasi dari JPU. Selain itu, dalam amar putusnya yang termuat dalam Website resmi pengadilan negeri Denpasar, hakim kasasi juga menyatakan Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 453/Pid.Sus/ 2020/PN Dps tanggal 17 Desember 2020 tersebut.

“Menyatakan Terdakwa Titian Wilaras telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Perbankan. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun,” demikian bunyi amar putusan hakim kasasi.

Selain menjatuhkan pidana penjara, hakim juga menghukum Bos Skay Garden ini pidana denda Rp 10 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama enam bulan kurungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.