Video  

Facebook dan Twitter menjadi Media Sosial Penghasil Kabar Hoaks Terbanyak di Indonesia

facebook-dan-twitter-menjadi-media-sosial-penghasil-kabar-hoaks-terbanyak-di-indonesia

JAKARTA-KEMPALAN: Era Post-Truth seperti saat ini menimbulkan gejala-gejala negatif dengan munculnya berbagai kabar-kabar hoaks bertebaran di media sosial. Kementerian Komunikasi dan Informartika (Kominfo) mencatat ada sekitar 4.741 kabar hoaks dengan topik seputar Covid-19.

Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, dan Youtube menjadi beberapa media sosial penghasil kabar hoaks dengan volume terbesar di Indonesia. Masyarakat yang secara intens menggunakan aplikasi ini, tentu menimbulkan kerawanan dalam mengkonsumsi kabar-kabar yang tidak benar.

Kasus-kasus hoaks yang menjamur, menjadi pemantik dari Kementerian Kominfo untuk mereduksi permasalahan ini. Sejak Januari hingga September 2021, Kementerian Kominfo telah menghempaskan sekitar 4.616 kabar hoaks dari media sosial.

Lalu yang menjadi PR bagi Kementerian Kominfo ialah 2.119 konten hoaks dalam taraf topik vaksinasi yang membuat masyarakat menjadi salah kaprah dan takut divaksin. Angka ini semakin meningkat di konten-konten yang berada di dalam media sosial mainstream.

Facebook sendiri menjadi pemuncak klasmen media sosial penghasil konten hoaks. Di mana ada sektiar 4.066 konten hoaks dan 99 nya masih dalam tahapan proses penurunan. Lalu ada Twitter yang terdapat 567 kabar hoaks dan 557 nya sudah diturunkan oleh pihak Kementerian Kominfo.

Dalam konteks kabar hoaks perihal vaksinasi, Facebook tetap menjadi platform yang menghasilkan paling banyak. Yang mana ada 1.941 konten hoaks di Facebook, lalu ada 105 kabar hoaks di Twitter, 43 hoaks di Youtube, 19 konten hoaks di aplikasi TikTok, dan 11 ada di Instagram. (Rafi Aufa Mawardi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.