Video  

Rekor-Rekor Mou Pada Laga ke-1001

rekor-rekor-mou-pada-laga-ke-1001

ROMA-KEMPALAN: Laju AS Roma di tangan Jose Mourinho belum terhenti. Setelah sukses mencatatkan 100 persen menang dalam tiga giornata pembuka Serie A, maka Jumat (17/9) Mou melanjutkan tren bagusnya di ajang Eropa.
Bersamanya, klub yang berjuluk Il Lupi tersebut mampu mengalahkan CSKA Sofia pada matchday pertama Grup C Liga Conference dengan skor 5-1 di Stadio Olimpico, Roma. Dua gol Lorenzo Pellegrini, plus Stephan El Shaarawy, Gianluca Mancini, dan Tammy Abraham masing-masing menciptakan satu gol.
Spesialnya, kemenangan telak tersebut terjadi dalam laga ke-1001 sepanjang karirnya di dunia kepelatihan. ’’Saya senang dengan apa yang sudah kami bangun, tapi ini masih baru awal-awal musim,’’ kata Mou kepada Sky Sport Italia.
Termasuk dengan kemenangan kemarin, Pellegrini dkk telah mencatat enam kemenangan beruntun musim ini. Tiga di Serie A, tiga di Eropa. Ini streak rekor terpanjang Roma setelah kali terakhir mengalaminya di tangan Eusebio Di Francesco, 2017 – 2018.

Jose Mourinho saat memimpin anak asuhnya AS Roma mengalahkan CSKA Sofia 5-1 dalam laga Liga Conference di Stadio Olimpico, Roma (17/9). Foto: Sky Sports

Bahkan, jika berbicara enam kemenangan beruntun pada awal musim, ini jadi kali ketiga klub ibukota tersebut mengalaminya. Dua kesempatan sebelumnya didapatkan Roma ketika ada di tangan Rudi Garcia, pada 2013 – 2014 dan 2014 – 2015.
Selain itu, di Eropa, ini jadi streak tiga kali kemenangan pertama di Liga Conference, liga yang baru diputar UEFA musim ini. Dalam dua ajang Eropa lainnya, Liga Champions dan Piala UEFA, Mou sudah pernah mencatatkan streak tiga kali kemenangan seperti ini.
’’Saya bilang, ini hanya enam kemenangan, bukan 60. Seperti tujuh kemenangan, bukan 70. Musim ini musim yang marathon, kami harus bisa mengontrol tempo kami,’’ tutur nahkoda yang berjuluk The Special One itu.
Meski begitu, mantan pelatih Inter Milan sedekade lalu itu masih belum puas dengan apa yang sudah diberikan anak asuhnya. ’’Kami tidak pantas menang dengan skor 5-1. Karena kami tidak bermain cukup bagus hari ini,’’ keluh pelatih kelahiran Setubal, Portugal, 58 tahun lalu itu.
Faktor pelatih yang pernah memenangi Si Kuping Lebar (sebutan trofi Liga Champions) dan Piala UEFA/Liga Europa disebut-sebut sebagai motivasi para pemain Roma. Seperti ucapan Pellegrini.
’’Setelah dia (Mourinho) datang ke Trigoria (kamp latihan Roma), kami bisa merasakan perasaan yang spesial, perasaan yang tak pernah kami rasakan sebelumnya. Kami harus mampu mempertahankannya, dan tetap lebih baik lagi jika ingin memenangi sesuatu musim ini,’’ harap Pellegrini. Setidaknya, membuka peluang Mou memenangi trofi turnamen elite Eropa ketiganya. Trofi Liga Conference. Bisakah itu? (La Gazzetta dello Sport, Yunita Mega Pratiwi)

Editor: Freddy Mutiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.