Video  

Kerabat Korban Serangan Drone AS: Minta Maaf Tidak Cukup

kerabat-korban-serangan-drone-as:-minta-maaf-tidak-cukup

Kabul-Kempalan: Ucapan maaf Jenderal McKenzie dianggap tidak cukup untuk perbuatan AS yang membunuh 10 orang berkat serangan dronenya di Kabul pada beberapa waktu silam. Sekiranya begitu menurut salah satu kerabat dari korban serangan drone AS.

Emal Ahmadi, ayah dari Malika (3) yang terbunuh dalam serangan drone AS pada tanggal 29 Agustus mengatakan bahwa ucapan minta maaf oleh Ketua Pusat Komando AS tidak cukup. Malika terbunuh tepat di waktu setelah rudal dari drone AS mengenai kendaraaan yang dianggap memberikan ancaman karena berisi bahan peledak. Klaimnya, pasukan AS membunuh teroris yang memberikan ancaman, namun nyatanya tidak ada teroris yang terbunuh, melainkan 10 warga sipil yang diantara 7 anak-anak.

Berdasarkan catatan dari media Irish Independent, Malika terbunuh setelah ia menghampiri pamannya, Zemerai Ahmadi yang kendaraannya diincar oleh drone milik AS.

“Tidak cukup dengan mengucapkan maaf saja. AS harus menemukan siapa yang bertanggung jawab dan melakukan hal ini” ucap Ahmadi.

Ahmadi beserta keluarganya meminta kompensasi uang untuk kehilangan anak tercintanya dan meminta beberapa anggota keluarganya untuk dievakuasi ke negara lain tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Pada Sabtu (18/9), Pentagon pada akhirnya memberikan klarifikasinya bahwa serangan drone-nya merupakan “Kesalahan besar”. Dengan klaim untuk membunuh teroris dan memberikan keamanan supaya proses evakuasi lebih berjalan lancar, nyatanya tindakan AS merupakan kesalahan. Terlebih lagi dengan adanya 10 warga sipil yang terbunuh yang diantaranya 7 anak-anak kemudian memberikan tekanan besar kepada Pentagon untuk bertanggung jawab atas tindakannya.

(Irish Independent, Muhamad Nurilham)

Editor: Freddy Mutiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.