Video  

DDG dan Lima Musim Dihantui 40 Kali Tendangan Penalti

ddg-dan-lima-musim-dihantui-40-kali-tendangan-penalti

LONDON-KEMPALAN: ’’Selamatkan bola itu,’’ tiga kata itu yang terucap dalam hati penjaga gawang Manchester United David de Gea ketika berhadapan dengan bola penalti melawan West Ham saat menit kelima injury time, di London Stadium, London, Sabtu malam (19/9).

Tidak sekadar menghadapi bola penalti yang bisa membuyarkan kemenangan 2-1 United. De Gea juga menghadapi situasi yang sudah lima musim terakhir ini selalu menghantuinya. Kali terakhir dia bisa jadi hero melawan penalti saat memblok penalti Romelu Lukaku saat masih di Everton, dalam semifinal Piala FA 2015 – 2016.

Setelah itu, DDG (singkatan nama De Gea) tak pernah berhasil menuntaskan tugasnya di bawah mistar gawang. Bukan satu dua kali, melainkan sampai 40 kali tendangan penalti yang dia lewatkan. Baik di level klub ataupun timnas Spanyol.

Kiper Manchester United David de Gea yang merayakan suksesnya menghentikan penalti Mark Noble saat melawan West Ham di London Stadium, London, Minggu malam WIB. (foto: The Times).

Kegagalan yang selalu mengiringi setiap momen-momen buruk dalam karirnya. Seperti di balik kegagalannya membawa United memenangi Liga Europa untuk kali kedua, musim lalu. Ketika itu, United kalah dalam babak adu penalti. Dari sebelas bola penalti dari pemain-pemain Villarreal CF, tak satu pun yang mampu dia patahkan.

Bayang-bayang kegagalan adu penalti itu bahkan lebih lama lagi di Liga Inggris. Sudah 7 musim bahkan. Tepatnya setelah dia menggagalkan tendangan penalti Leighton Baines di pekan ketujuh Liga Inggris 2014 – 2015, 5 Oktober 2014.

Tendangan penalti ke-41 setelah menghentikan penalti Lukaku pada 23 April 2016 itulah yang menuntun refleknya. Dia dengan tepat membaca bola penalti Mark Noble yang mengarah ke sisi kiri gawangnya.

Padahal De Gea sempat mengingat-ingat tendangan penalti gelandang West Ham lainnya, Declan Rice. ’’Saya melihat Rice membawa bola, saya kira dia yang mengeksekusinya, lalu saya lihat Noble yang membawa bola penalti itu,’’ kenang kiper dengan bayaran termahal di Inggris itu kepada Sky Sports.

Nahkoda United Ole Gunnar Solskjaer bahkan sempat mengira penalti Noble jadi penalti ke-41 beruntun yang merobek gawang De Gea. ’’Saya sudah sering melihatnya mencetak gol-gol dari titik penalti. Tetapi, begitulah penalti. Kadang menguntungkanmu, kadang merugikanmu,’’ ungkap Ole.

Setidaknya, setelah ini De Gea tak perlu mengingat kembali 40 kegagalannya berhadapan dengan bola-bola penalti. Sebaliknya, De Gea-lah yang akan menghantui setiap algojo penalti di hadapannya. (Yunita Mega Pratiwi)

Editor: Freddy Mutiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.