Video  

Meski Kategori Lemah, Pakar Imunologi Imbau Waspadai Varian MU

meski-kategori-lemah,-pakar-imunologi-imbau-waspadai-varian-mu

SURABAYA – KEMPALAN : Varian baru dari mutasi SARS-CoV-2, MU, tetap harus diwaspadai. Meski dikategorikan lebih lemah dari Varian Delta, pencegahan tetap harus dilakukan.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) sekaligus Pakar Imunologi Universitas Airlangga Dr. Agung Dwi Wahyu Widodo dr., M.Si, M.Ked.Klin, SpMK., mengatakan jika dibandingkan dengan Varian Delta, Varian MU memang lebih lemah.

Berdasarkan penggolongan dari WHO, Varian MU termasuk dalam kategori VOI atau Variant of Interest. Sedangkan Varian Delta termasuk VOC atau Variant of Concern. “Dari tingkatannya saja menunjukkan Varian Delta lebih kuat dan hebat dari Varian MU,” katanya, Senin (20/9).

Meski demikian, upaya pencegahan harus selalu dilakukan dengan ketat. Sedikitnya ada tiga skema pencegahan yang disarankan Agung.

Pertama, pencegahan untuk individu dengan 5M. Yakni Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Mengurangi Mobilitas, dan Menghindari Kerumunan.

Kedua, jika terjadi lonjakan kasus pada pada skala lokal seperti kota, maka perlu dilakukan isolasi atau PPKM. “Dibatasi keluar masuknya orang, supaya tidak menyebar seperti pada lonjakan kasus kedua,” tambah Agung.

Sedangkan pada skala yang lebih besar, diperlukan rangkaian pencegahan yang lebih besar. Yakni dengan screening dan karantina bagi warga asing yang hendak masuk ke Indonesia seperti pekerja imigran.

“Karantina dan identifikasi atau tracing itu harus super ketat. Supaya kita tahu mereka tidak membawa varian-varian baru dan bisa menyebar ke Indonesia,” tandasnya.

Varian MU pertama kali muncul di Kolombia pada Januari 2021 dan kini telah menyebar luas di Amerika Selatan dan total 46 negara di dunia.
Varian MU dilaporkan memiliki kekebalan terhadap antibodi dari plasma konvalesen atau dari serum penderita. (Nani mashita)

Editor: Freddy Mutiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.