Video  

Bank Indonesia: Ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) Meningkat di Tahun 2021

bank-indonesia:-ekosistem-ekonomi-keuangan-digital-(ekd)-meningkat-di-tahun-2021

JAKARTA-KEMPALAN: Di 100 hari sebelum masuk ke tahun 2022, Ekonomi Keuangan Digital (EKD) mengalami peningkatan yang drastis. Hal ini dapat tercapai akibat masifnya transaksi digital, jual-beli online yang menjamur, serta munculnya digital banking di beberapa Bank di Indonesia.

Selain itu, ekosistem ekonomi keuangan digital ini juga berkorelasi dengan Bank Indonesia yang terus berupaya dalam memformulasikan kebijakan pada sistem pembayaran serta koordinasi terkait kebijakan otoritas. Hal-hal seperti ini berkesinambungan dengan peningkatan perekonomian Indonesia di pertengahan tahun 2021 ini.

“Pertumbuhan tersebut terutama tercermin pada nilai transaksi uang elektronik dan digital banking. Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) meningkat 43,66% (yoy) menjadi Rp24,8 triliun. Nilai transaksi digital banking mencapai Rp3.468,4 triliun, tumbuh 61,80% (yoy),” ucap Perry Warijyo selaku Gubernur Bank Indonesia (BI), dikutip dari Suara.

Perry menjelaskan tidak hanya peningkatan nilai pada transaksi digital, namun juga nilai transaksi pembayaran yang menggunakan metode ATM Card (kartu), kartu debet, dan kartu kredit mencapai Rp 633 triliun. Nilai-nilai dalam transaksi pembayaran yang cukup umum tersebut membuat tumbuh menjadi 5,85% (yoy).

“BI terus memperkuat strategi layanan kas dan distribusi uang untuk memenuhi kebutuhan uang kartal di perbankan dan masyarakat, termasuk pada masa pembatasan mobilitas,” pungkasnya.

Sebagai bank sentral, maka Bank Indonesia (BI) juga akan terus melakukan permusan strategi dan juga distribusi pada sektor finansial. Hal ini juga selaras dengan tugas dari Bank Indonesia secara konseptual, yakni mengatur dan menjaga stabilitas pada kelancara sistem pembayaran. (Rafi Aufa Mawardi)

 

Editor: Rafi Aufa Mawardi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.