Video  

Jaringan Islam Antidiskriminasi soal Kekerasan Seksual di IAIN Kediri

jaringan-islam-antidiskriminasi-soal-kekerasan-seksual-di-iain-kediri

KEMPALAN: Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur menyampaikan keprihatinan mendalam bagi para Korban kekerasan seksual di IAIN Kediri. Menurut informasi yang kami peroleh, jumlahnya lebih dari tiga orang dengan dugaan pelaku lebih dari 3 orang dosen.

JIAD mengapresiasi komitmen rektor IAIN Kediri, Nurhamid, yang mengaku telah memberikan sanksi internal pada salah satu pelaku. Namun, hal itu, menurut kami, jauh dari memadai.

Rektor IAIN Kediri harus berani menonaktifkan semua dosen yang terlibat dalam kekerasan seksual DAN melaporkannya ke aparat hukum. Tanpa langkah tersebut, IAIN Kediri bisa dituding publik lemah dalam menghadapi kekerasan seksual yang menyasar mahasiswa/inya.

Padahal, sebagai institusi pendidikan tinggi yang menyandang label Islam, IAIN Kediri harusnya justru memiliki komitmen lebih dalam memperjuangkan keadilan bagi yang Tertindas (al-mustadl’afin).

Kejadian di IAIN Kediri ini menambah panjang deretan institusi pendidikan tinggi Islam Jawa Timur yang pendidiknya terserimpung dugaan kekerasan seksual terhadap para mahasiswinya. Diantaranya, UIN Malang dan IAIN Tulungagung.

Yang menyedihkan, tidak ada satupun pelaku yang dijerat oleh hukum pidana. Kampus-kampus Islam tersebut terlihat tidak merasa perlu menyelesaikan secara pro justicia. Tidak ada keadilan bagi para Korban. Kami sungguh malu!

Kami mendesak kepada Kementerian Agama agar lebih serius menangani hal ini. Bahkan jika perlu, menurunkan status institusi pendidikan tinggi tersebut sampai adanya komitmen serius penghapusan kekerasan seksual.

JIAD juga menyerukan agar para Korban tidak takut bersuara dan melaporkan setiap kejadian yang menimpa kepada media dan aparat hukum.

Jombang, 23 September 2021.

Aan Anshori
Kordinator

Editor: Freddy Mutiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.