Video  

Mahfud MD: Kasus Pungli Sudah Berkurang!

mahfud-md:-kasus-pungli-sudah-berkurang!

JAKARTA-KEMPALAN: Mahfud MD, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan ini Mengungkapkan bahwa kasus pungutan liar (pungli) di Tanah Air sudah sangat berkurang sejak dibentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli).

“Sekarang alhamdulillah sudah sangat berkurang pungli-pungli itu. Kalau saya ditanya kenapa, karena ada Saber Pungli yang selalu memata-matai, menyelidiki siapa menerima apa,” kata dia seperti yang dikutip Kempalan dari Merdeka, seusai pencanangan DIY Menuju Kabupaten/Kota Bebas dari Pungli di Gedhong Pracimasana, Kantor Kepatihan, Yogyakarta dilansir Antara, Jumat (24/9).

Ia menyebutkan sejak awal dibentuk, Satgas Saber Pungli telah menangkap tangan pelaku lebih dari 43.000 kali yang kemudian kasusnya dilimpahkan ke polisi. Kasus pungutan liar yang ditangani Saber Pungli terjadi di berbagai sektor pelayanan publik, seperti pengurusan SIM, persyaratan pengajuan kredit di bank, hingga pungli pengurusan PBB.

“Misalnya sudah bayar PBB dibilang ada uang administrasi lagi, itu dulu banyak sekali dan itu dikejar,” kata dia.
Selain peran Saber Pungli, ia melanjutkan, pelayanan publik yang kini telah menggunakan sistem berbasis elektronik juga berkontribusi menekan kasus pungli.

“Saudara mau ambil SIM pakai elektronik. Bahkan sekarang di kota-kota tertentu Polri sudah menyediakan mobil di suatu tempat, siapa yang SIM-nya mati diperpanjang di situ. Mengurus KTP juga tidak usah ke kelurahan, sekarang Anda tinggal memakai nomor KTP sudah bisa keluar tinggal pencet,” tutur Menkopolhukam itu.

Meski belum merata, dia menyebutkan secara bertahap sistem pelayanan publik berbasis elektronik telah diresmikan di berbagai daerah seperti di Surabaya dan DKI Jakarta.

Hal ini juga sangatlah penting, mengingat kasus pungli pernah meningkat pesat di Indonesia dikarenakan semua proses pelayanan publik masih tergolong manual, berkurangnya pungli ini juga akan berdampak baik bagi keberlangsungan ekonomi di dalam negeri. (Merdeka/Antara, Akbar Danis)

Editor: Reza Maulana Hikam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.