Responsif Kewaspadaan, Ini Langkah Progresif Kalapas Fikri Soebing

- Editorial Staff

Jumat, 24 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kalapas Kerobokan Kelas II A Fikri Jaya Soebing

Badung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan merespon cepat imbauan dari Kemenkumham RI melakukan langkah progresif dalam peningkatan kewaspadaan.

Seperti berkerja sama dengan PLN Kuta Utara melaksanakan pengecekan jaringan listrik pada gedung kantor dan wisma hunian warga binaan pemasyarakatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pengecekan jaringan listrik dilakukan mulai dari panel listrik dan instalasi. Tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk menghindari agar tidak terjadinya korsleting listrik yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran,”

“Hasil dari pengecekan jaringan listrik tersebut didapatkan bahwa jaringan listrik perlu untuk dilakukan perbaikan,” ungkap Kalapas Kerobokan Kelas II A Fikri Jaya Soebing kepada wartawan, Jumat (24/09/2021)

Kalapas Fikri Soebing menjelaskan, langkah responsif ini dilakukan guna menindaklanjuti dengan cepat imbauan dari Kemenkumham RI, berpedoman pada surat Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Nomor : PAS-57.OT.02.02 Tahun 2019 tentang Pedoman Penanggulangan Bencana di UPT Pemasyarakatan.

Memberi pembinaan terhadap warga binaan untuk selalu menjaga kondisi lapas dalam keadaan aman dan tertib.

Sebelumnya dikatakan, melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kemenkumham RI mengeluarkan imbauan dan perintah yang harus dilakukan seluruh Kanwil Kemenkumham RI dan jajarannya di tingkat bawah.

Dimana, surat bernomor PAS-PK.02.10.01-1147 tertanggal 19 September 2021 menghimbau melakukan langkah progresif sebagai tindak lanjut atas penertiban jaringan listrik, handphone dan peningkatan kewaspadaan keamanan dan ketertiban pada UPT pemasyarakatan.

“Diantaranya adalah memastikan seluruh UPT Pemasyarakatan melaksanakan upaya penertiban jaringan listrik, handphone dan peningkatan kewaspadaan keamanan dan ketertiban dengan mempedomani pada surat Keputusan Dirjen Pemasyarakatan,” jelasnya.

Untuk itu, Fikri Soebing memerintahkan jajarannya melakukan kegiatan deteksi dini gangguan kamtib terutama alat komunikasi dan barang-barang terlarang lainnya.

Petugas Lapas Kerobokan melakukan penggeledahan kamar dan wisma hunian secara rutin dan insidentil.

“Kepada seluruh jajaran agar mematuhi apa tertuang dalam surat edaran Dirjen Pemasyarakatan tersebut. Ada beberapa point penting yang harus dipatuhi,” tegasnya.

Pertama, terkait mengantisipasi kejadian terulangnya penyalahgunaan penggunaan alat komunikasi berupa handphone yang ada di dalam lapas.

Kedua, mengantisipasi terulangnya tindak pidana oleh para warga binaan, seperti adanya warga binaan menjadi pengendali peredaran gelap narkotika di luar lapas.

Mengantisipasi warga binaan tidak menjadi pengendali peredaran barang terlarang.

“Ketiga, menginstruksikan kepada seluruh jajaran pegawai lapas terutama untuk petugas pengamanan, agar lebih meningkatkan lagi kegiatan penggeledahan kamar dan wisma hunian secara rutin dan isidentil guna mengurangi adanya alat-alat komunikasi seperti handphone yang masih ada digunakan oleh warga binaan. Ini selalu kami laksanakan,” pungkasnya.

Lanjut keempat disampaikan, kepada seluruh pegawai agar dapat melakukan tindakan penyitaan handphone terhadap warga binaan teruntuk yang kedapatan sedang menggunakan handphone.

Kelima, setiap pegawai lapas dilarang menjadi perantara dalam memasukkan alat komunikasi berupa handphone ke dalam lapas. Apabila ketahuan dan terbukti akan diproses dan diperiksa sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terakhir yang keenam, seluruh pegawai agar melakukan tindakan yang dapat menjaga kondisi lapas dalam keadaan aman dan tertib. Apabila pegawai tertib dan mematuhi aturan yang ada, pasti warga binaan akan mudah untuk diatur,” tandas Kalapas Fikri Jaya Soebing.

Berita Terkait

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir
Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar
Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU
Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan
Saksi Sempat Protes Saat Notaris Membuat PPJB, The Tomy Hanya Bilang Untuk Pegangan
Demi Memantau Keamanan Di PPK, Kapolres Nisel Rela Mandi Lumpur Saat Patroli
Pulang Kerja, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil
Status Pelajar Sudah Bobol Mesin ATM Sendirian!

Berita Terkait

Minggu, 25 Februari 2024 - 15:12 WIB

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Narkoba Sebanyak 108.997,91 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 134.487 Butir

Sabtu, 24 Februari 2024 - 19:45 WIB

Rapat Pleno KPU Nisel Rekapitulasi Penghitungan Suara Berjalan Lancar

Sabtu, 24 Februari 2024 - 14:57 WIB

Polres Nisel Perketat Pengamanan Pleno KPU

Kamis, 22 Februari 2024 - 19:30 WIB

Sekretaris Teguh Kinarto Dituntut 2 Tahun Penjara, Terbukti Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:53 WIB

Saksi Sempat Protes Saat Notaris Membuat PPJB, The Tomy Hanya Bilang Untuk Pegangan

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:59 WIB

Demi Memantau Keamanan Di PPK, Kapolres Nisel Rela Mandi Lumpur Saat Patroli

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:35 WIB

Pulang Kerja, Oknum Jaksa Kejari Tanjung Perak Tabrak Tukang Becak dan Mobil

Rabu, 21 Februari 2024 - 21:00 WIB

Status Pelajar Sudah Bobol Mesin ATM Sendirian!

Berita Terbaru

Politik

Syarif Hasan: Hak Angket Pemilu itu Kontraproduktif

Senin, 26 Feb 2024 - 10:10 WIB

Politik

38,1 Persen Pemilih AMIN Setuju Pemilu Banyak Kecurangan!

Senin, 26 Feb 2024 - 10:06 WIB

Politik

TKN Fanta Ingin Kabinet Prabowo Banyak Anak Muda

Senin, 26 Feb 2024 - 10:04 WIB