Video  

Surga yang Terhalang

surga-yang-terhalang

Oleh Gus Fikri, Pengasuh Ponpes Riyadlussholihin Jember

KEMPALAN: Ketika Isra’ Mi’raj Kanjeng Nabi diizinkan Allah melihat surga. Saat melewati pintu surga Kanjeng Nabi melihat ada tulisan ;

انت حرام على ثلاثة نفر ؛ بخيل ، مانع
الزكاة ، ديوث

Engkau terhalang untuk 3 golongan manusia: bakhil/orang yang pelit, orang yang tidak membayar zakat, dayyuts.

Bakhil adalah antitesa dari memberi atau membantu orang lain. Kenapa orang bakhil terhalang masuk surga ? Kira-kira penjelasannya begini; Surga itu disiapkan Allah untuk orang-orang yang bertaqwa. Coba perhatikan ayat ini :

۞ وَسَارِعُوۤا۟ إِلَىٰ مَغۡفِرَةࣲ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِینَ ۝ ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ فِی ٱلسَّرَّاۤءِ وَٱلضَّرَّاۤءِ وَٱلۡكَـٰظِمِینَ ٱلۡغَیۡظَ وَٱلۡعَافِینَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ یُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِینَ

Atau ayat ini ;

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِینَ فِی جَنَّـٰتࣲ وَنَهَرࣲ

Dan masih banyak ayat-ayat yang lain. Walhasil yg berhak masuk surga antara lain adalah muttaqin sedangkan ciri-ciri muttaqin antara lain suka memberi atau tidak bakhil.

ٱلَّذِینَ یُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَیۡبِ وَیُقِیمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ یُنفِقُونَ

Maka memberi itu memudahkan jalan menuju surga sedangkan bakhil membuat surga terhalang. Coba perhatikan ayat ini:

فَأَمَّا مَنۡ أَعۡطَىٰ وَٱتَّقَىٰ وَصَدَّقَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ فَسَنُیَسِّرُهُۥ لِلۡیُسۡرَىٰ
وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسۡتَغۡنَىٰ وَكَذَّبَ بِٱلۡحُسۡنَىٰ فَسَنُیَسِّرُهُۥ لِلۡعُسۡرَى

Begitu juga orang orang tidak mau mengeluarkan zakat. Bahkan pada zaman Sayyidina Abu Bakar menjadi Khalifah mereka yang tidak mau zakat diperangi.

Kelompok ketiga yang terhalang masuk surga adalah Dayyuts.

Sahabat bertanya kepada Kanjeng Nabi; Siapa dayyuts itu Ya Rasulallah?

Nabi menjawab; Orang yg punya otoritas dan kewenangan mencegah kemungkaran tapi justru melakukan pembiaran. Ini menyangkut amanah.

Anak dibiarkan tidak mengerti agama atau dibiarkan tidak sholat padahal orang tua punya kewajiban , wewenang dan otoritas mengajarkan agama mengajak sholat dsb bisa membuat surga terhalang bagi orang tua.

Bahkan dosa yang dilakukan anak karena pembiaran orang tuanya bisa jadi juga harus ditanggung orang tuanya. Coba perhatikan dawuh Kanjeng Nabi ini:

من ترك ولده جاهلا كان ذنبه الذى عمل به عليه

Barang siapa meninggalkan anaknya dalam kebodohan agama maka dosa yang dilakukan anak juga harus ditanggung orang tuanya.

Masya Allah ………

Begitu juga umpama istri yang dibiarkan membuka aurat oleh suami padahal suami punya kekuasaan terhadap istri bisa membuat surga terhalang bagi suami.

Pun demikian aparat atau pemerintah yang membiarkan maksiat dan kemungkaran termasuk kelaparan padahal mereka punya sumber daya manusia dan sumber dana serta punya landasan hukum & kekuasaan untuk bertindak melalui peraturan atau kebijakan bisa membuat surga terhalang bagi aparat dan pemerintah.

Padahal sekarang ini Kita banyak sekali melihat pembiaran-pembiaran itu baik dalam lingkup keluarga maupun lingkup masyarakat.

Astaghfirullah …

Marilah Kita berbenah dan memperbaiki diri. Tidak ada kata terlambat untuk satu langkah kebaikan.

Mudah-mudahan surga tidak terhalang untuk kita.
Mudah-mudahan tulisan ini barokah manfaat. Kalau ada yang salah tolong dikoreksi & dimaafkan.

Wallahu A’lam Bi Al Showab

Salam Sehat Salam Bahagia

Editor: Reza Maulana Hikam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.