PKKM Jawa Bali Memberikan Dampak Positif

- Editorial Staff

Selasa, 28 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Hasan Basri

PPKM di Jawa dan Bali diperpanjang hingga tanggal 4 Oktober 2021. Program ini selalu diteruskan karena terbukti memberi dampak positif diantaranya penurunan level PPKM di berbagai wilayah dan berkurangnya pasien baru Covid-19.

Masyarakat selalu antusias menunggu pidato pemerintah di akhir periode PPKM, karena mereka penasaran, apakah program ini diperpanjang atau tidak. Kali ini PPKM masih terus dilanjutkan, bahkan hingga 2 minggu lamanya, sampai 4 oktober 2021. Masyarakat sepertinya sudah menduga karena ini bukan pertama kalinya program ini diperpanjang durasinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perpanjangan PPKM dilakukan karena ada banyak dampak positif yang dihasilkan oleh program ini. Pertama, tidak ada daerah yang berstatus PPKM level 4 (menurut data dari tim satgas penanganan Covid). Sehingga bisa diartikan bahwa jumlah pasien Covid di Indonesia makin sedikit karena penularannya makin minim. Angka kejadian rawat inap juga menurun seiring dengan menurunnya BOR (tingkat keterisian ranjang di Rumah Sakit).

Jumlah pasien Corona menurun drastis, di pertengahan September 2021 bahkan ‘hanya’ 2.400-an kasus Covid per harinya. Bandingkan dengan situasi di bulan Juli 2021, di mana pada puncak gelombang Corona, pasien bisa lebih dari 50.000 orang per harinya. Berarti saat ini hanya 5% dari jumlah pasien Corona 2 bulan lalu, dan penyebaran virus ini juga jauh berkurang.

Turunnya jumlah pasien Corona, terutama di Jawa dan Bali, amat patut disyukuri karena menunjukkan keampuhan PPKM. Saat awal diberlakukan memang kita agak kaget karena mobilitas benar-benar dibatasi, bahkan tidak boleh dine in di rumah makan. Namun kita patut memahaminya, karena jika ada pergerakan massal maka otomatis virus Covid-19 menyebar dengan cepat.

Meski aturan PPKM pada periode awal sangat ketat, terutama di wilayah dengan level 4, tetapi lama-lama dilonggarkan. Mobilitas sudah diperbolehkan dan tidak ada penyekatan, hanya diganti dengan aturan ganji-genap. Sekolah sudah boleh dibuka lagi meski harus mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Para pegawai juga bekerja di kantor lagi seperti biasanya.

Dampak positif lain dari PPKM adalah: per tanggal 19 september 2021 tidak ada wilayah di Indonesia yang berstatus zona merah. Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan karena berarti tinggal zona hijau, oranye, dan kuning. Ketiadaan zona merah karena sedikitnya pasien Corona, dan tidak ada lagi cerita kegentingan di Rumah Sakit atau rebutan tabung oksigen dan ventilator.

Selain itu, PPKM juga terbukti ampuh dalam menurunkan kasus kematian akibat Covid. Persentase meninggalnya pasien Corona tidak sampai 3% dan rata-rata mereka sudah berusia lanjut , serta punya penyakit bawaan. Mereka juga belum berkesempatan untuk mendapatkan vaksin, sehingga imunitasnya rendah dan akhirnya menyerah dengan serangan Corona.

Berbagai dampak positif dirasakan berkat keampuhan PPKM, yang meski berat pada awalnya tetapi indah pada akhirnya. PPKM bagaikan obat yang pahit tetapi bermanfaat sekali dan memberi banyak hasil yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Kita semua selamat dari serangan Corona dan makin waspada karena jangan sampai ada lagi yang berstatus PPKM level 4 dan zona merah.

Ketika PPKM diperpanjang di Jawa dan Bali, bahkan sampai 2 minggu, jangan marah, mengeluh, lalu menyalahkan pemerintah. PPKM bukanlah sebuah penjara atau aturan yang dibuat-buat, melainkan sebuah program untuk menghalau Corona dan menyehatkan masyarakat. Semoga setelah 2 minggu ada lagi perkembangan positif dan jumlah pasien Covid menurun lagi.

Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Berita Terkait

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak
Tugas Utama AHY Setelah Dilantik Jokowi
Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers
Marissya Icha Lakukan Protes Karena Dapat Suara Sedikit
Pencabutan Subsidi BBM untuk Makan Siang, Ini Respon Gibran
Anggota KPPS Meninggal, KPU Beri Santunan 36 Juta dan Biaya Pemakaman
Suara Prabowo-Gibran di Quick Count Akan Sama dengan Real Count
Selesai Bertugas, Anggota KPPS Palangkaraya Meninggal Dunia

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 08:53 WIB

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Kamis, 22 Februari 2024 - 12:07 WIB

Tugas Utama AHY Setelah Dilantik Jokowi

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:28 WIB

Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:47 WIB

Marissya Icha Lakukan Protes Karena Dapat Suara Sedikit

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:43 WIB

Pencabutan Subsidi BBM untuk Makan Siang, Ini Respon Gibran

Sabtu, 17 Februari 2024 - 22:38 WIB

Anggota KPPS Meninggal, KPU Beri Santunan 36 Juta dan Biaya Pemakaman

Sabtu, 17 Februari 2024 - 18:05 WIB

Suara Prabowo-Gibran di Quick Count Akan Sama dengan Real Count

Sabtu, 17 Februari 2024 - 18:00 WIB

Selesai Bertugas, Anggota KPPS Palangkaraya Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Politik

Syarif Hasan: Hak Angket Pemilu itu Kontraproduktif

Senin, 26 Feb 2024 - 10:10 WIB

Politik

38,1 Persen Pemilih AMIN Setuju Pemilu Banyak Kecurangan!

Senin, 26 Feb 2024 - 10:06 WIB

Politik

TKN Fanta Ingin Kabinet Prabowo Banyak Anak Muda

Senin, 26 Feb 2024 - 10:04 WIB