Bahaya, Coran Bangunan Tapak Tower PLN SUTT 150 KV di Sumbar Diduga Dicampuri Tanah

- Editorial Staff

Rabu, 29 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, – Pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV di Nagari Sundata Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat berpotensi mudah tumbang sebab diduga pembuatan tapak tower ini dengan coran dicampuri tanah.

Pembangunan tower SUTT ini merupakan program pemerintah pusat melalui PLN yang dikabarkan dilaksanakan oleh PT. Spectrum di jalur Kabupaten Pasaman – Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat tahun anggaran 2020.

Berdasarkan informasi, tepat pada saat pembuatan pondasi atau tapak tower dengan coran diduga dicampuri dengan tanah, sehingga dikhawatirkan akan sangat mudah tumbang yang tentunya akan membahayakan dan borpotensi merugikan keuangan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Deliknews.com mencoba menghubungi pihak PT. Spectrum mempertanyakan kenapa pembangunan tapak tower Sutet ini dengan coran dicampur dengan tanah. Dalam hal ini pihak PT. Spectrum tidak membantah coran bercampur tanah tersebut.

“Terkait permasalahan pekerjaan pasaman sudah saya terima, saya tegaskan ini diluar dari instruksi kami kepada pekerja yang mana ini adalah bagian dari masyarakat sekitar juga yang bekerja. Kami sedang jalankan paralel perbaikan atas temuan ini, sembari kami juga menyiapkan langkah hukum untuk pelaku yang mensabotase pekerjaan kami,” terangnya via WhatsApp menjawab konfirmasi, Minggu (26/9/21).

Pihak PT. Spectrum hanya menjawab demikian dan tidak menjelaskan kapan dan sudah sejauh mana dilakukan perbaikan.

PT. Spectrum juga tidak menjawab pertanyaan yang diajukan apakah tidak ada dilakukan pengawasan saat pelaksanaan pekerjaan.

Sementara, berdasarkan keterangan yang diterima dari berbagai sumber diinformasikan bahwa sejauh ini belum ada perbaikan atas pembuatan tapak tower SUTT dengan coran diduga dicampur tanah itu, dan proses pembangunan terus berlanjut.

(Darlin)

Berita Terkait

SMPN 1 Mapattunggul Tidak Miliki Arsip SPJ Dana BOS 2019-2021, Kabid SMP: Seharusnya Ada di Sekolah
Bencana Longsor Rontokkan Pembangunan Jalan di Mapattunggul Pasaman
Kewenangan Dipertanyakan, Inspektorat Periksa Sekda Non Aktif Pasca Bupati Pasaman Diperiksa Ombudsman
BPK Temukan Masalah Serius Enam Paket Proyek IPAL Dinkes Pasaman
Kejari Pasaman Terima Titipan Pengembalian Kerugian Negara dari Mantan Wali Nagari Sundata
Tanaman Karet Sumber Nafkah Ditumbang Tanpa Izin, Warga Pasaman Pagar Jalan sebagai Bentuk Perlawanan
Ombudsman Periksa Bupati Pasaman Sabar AS Terkait Pembebastugasan Sekda
Klarifikasi Bupati Pasbar Tidak Mengajak Memilih Anaknya Caleg DPR RI Diduga Beda dengan Video Beredar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 11:26 WIB

SMPN 1 Mapattunggul Tidak Miliki Arsip SPJ Dana BOS 2019-2021, Kabid SMP: Seharusnya Ada di Sekolah

Senin, 5 Februari 2024 - 10:28 WIB

Bencana Longsor Rontokkan Pembangunan Jalan di Mapattunggul Pasaman

Kamis, 1 Februari 2024 - 13:46 WIB

Kewenangan Dipertanyakan, Inspektorat Periksa Sekda Non Aktif Pasca Bupati Pasaman Diperiksa Ombudsman

Rabu, 31 Januari 2024 - 13:38 WIB

BPK Temukan Masalah Serius Enam Paket Proyek IPAL Dinkes Pasaman

Sabtu, 27 Januari 2024 - 18:55 WIB

Kejari Pasaman Terima Titipan Pengembalian Kerugian Negara dari Mantan Wali Nagari Sundata

Selasa, 23 Januari 2024 - 15:52 WIB

Tanaman Karet Sumber Nafkah Ditumbang Tanpa Izin, Warga Pasaman Pagar Jalan sebagai Bentuk Perlawanan

Selasa, 23 Januari 2024 - 09:55 WIB

Ombudsman Periksa Bupati Pasaman Sabar AS Terkait Pembebastugasan Sekda

Jumat, 19 Januari 2024 - 01:01 WIB

Klarifikasi Bupati Pasbar Tidak Mengajak Memilih Anaknya Caleg DPR RI Diduga Beda dengan Video Beredar

Berita Terbaru

Politik

Syarif Hasan: Hak Angket Pemilu itu Kontraproduktif

Senin, 26 Feb 2024 - 10:10 WIB

Politik

38,1 Persen Pemilih AMIN Setuju Pemilu Banyak Kecurangan!

Senin, 26 Feb 2024 - 10:06 WIB

Politik

TKN Fanta Ingin Kabinet Prabowo Banyak Anak Muda

Senin, 26 Feb 2024 - 10:04 WIB