Nelayan Tuban Keluhkan Sering Dirugikan Oleh Perusahaan Pengguna Laut Tuban

  • Whatsapp

Tuban, Jatim, deliknews – Pengurus Rukun Nelayan se Kabupaten Tuban mengeluhkan dampak dari perusahaan besar yang menggunakan laut Tuban sebagai jalur transportasi bisa membahayakan kelangsungan kehidupan para nelayan saat melaut. Keluhan para nelayan terungkap saat ada sambung rasa nelayan di Mangrove Center, Jumat 01/10/2021.

Lebak geografis Kabupaten Tuban di pesisir pantai sangat ideal buat perusahaan berskala Nasional maupun International. Sekarang ini sudah ada beberapa perusahaan besar scala Nasional dan scala International yang sudah beroperasi di Tuban. Perusahaan tersebut menggunakan jalur laut sebagai pemasuk bahan baku industri maupun mendistribusikan produksinya.

Dengan permasalahan yang dialami para nelayan tradisional Tuban saat melaut untuk mencari nafkah beberapa tahun terakhir dengan kasus yang sama.

Pertemuan para nelayan yang di prakarsai oleh Pengurus Pokmaswas Tuban yang di fasilitasi oleh Dinas Perikanan Tuban mengadakan acara “Sambung Rasa Nelayan Dalam Bersinergi Dengan Perkembangan Dunia Maritim di Kabupaten Tuban”.

Kabid Sarana Prasarana Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, Warsito dalam sambutannya mengatakan dengan acara sambung rasa nelayan ini vakum hampir selama 2 tahun karena pandemi covid. Dengan pertemuan ini mari kita perkuat lagi menyelesaikan permasalahan para nelayan di kabupaten Tuban.

“Saya mengharapkan kepada Pokmaswas dan Rukun Nelayan di kabupaten Tuban ini membuka babak persoalan ini untuk bersinergi dan bersifat kemaritiman yang bermanfaat bagi kita semua” ujar Warsito.

Di kesempatan yang sama ketua HNSI kabupaten Tuban, H Faisol mengatakan keberadaan pantai mangrove ini sangat bermanfaat untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Selama 2 bulan ini ekonomi kerakyatan sudah menggeliat. Pengunjung setelah dari pantai mangrove ini mau pulang singgah dulu di Plaza ikan belanja ikan.

“Harapannya kepada Pokmaswas Tuban bisa kerja sama dengan Dinas terkait untuk melaksanakan program-program pemerintah. Sehingga pertemuan hari ini bisa bermanfaat buat masyarakat nelayan” ujar H. Faisol

Di tahun-tahun sebelumnya di saat musim barat tiba, sering kapal ukuran besar kandas di pantai bahkan sampai di ujung pantai boom. Dengan kejadian tersebut banyak merusak jaringan atau bubu milik nelayan yang rusak. Kalau sudah seperti ini siapa yang bertanggung jawab ?, pungkasnya.

Tidak kalah kritisnya perwakilan Rukun Nelayan Jenu, Rohmad mengatakan apa yang disampaikan H Faisol itu gambaran kehidupan para nelayan di Tuban. Perusahaan yang ada di Tuban sudah perduli sama para nelayan tapi bantuan tersebut tidak sampai ke nelayan.

“Sekarang ini banyak LSM atau Ormas mengatas namakan nelayan. Nelayan mana yang dibawa/diwakili ? Karena di setiap desa sudah ada organisasi nelayan yang secara terstruktur sekarang ini. Pernah ada kejadian mengatas namakan nelayan setelah di teplok duwek terus mlayu (diberi uang lalu pergi)” ujar Rohmad.

Saya mengusulkan masukan atau keluhan dari persoalan yang dialami oleh nelayan Tuban di pertemuan ini supaya dirumuskan dan disampaikan ke Dinas terkait yang mempunyai kewenangan maupun minta Herring dengan DPRD kabupaten Tuban maupun DPRD Provinsi Jatim. Apabila di kemudian hari ada kejadian dari nelayan nantinya tidak ada saling lempar tanggung jawab, pungkasnya.

Humas Pokmaswas Tuban, Dimjadi, S. Pd, SH mengatakan dengan pertemuan ini sangat bagus karena hampir 2 tahun ini Pokmaswas Tuban vakum dalam rapat koordinasi karena pandemi covid. Semoga pertemuan ini bisa merumuskan permasalahan para nelayan di sampaikan ke Dinas terkait yang mempunyai kewenangan.

“Selain itu saya akan koordinasi sama Danposal Tuban untuk bisa bersinergi dengan Dinas Perikanan, Pokmaswas Tuban agar dapat berpengaruh positif dalam menjembatani dan mengatasi persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Sehingga meminimalisir gesekan antara perusahaan pengguna laut Tuban dengan para nelayan tradisional Tuban” ungkap Dimjadi, S. Pd, SH yang juga ketua PD KBPPAL Jatim.

Acara Sambung rasa nelayan ini di hadiri oleh pengurus Pokmaswas Tuban, Ketua HNSI Tuban, Pengurus RN, Kamladu Tuban, BMKG Tuban dan Perwakilan dari Exxon Mobil Cepu Limited. (Jati)

Pos terkait

loading...