Pergantian Pimpinan Bank Mandiri Cabang Pasaman Tidak Selesaikan Masalah e-Warong

  • Whatsapp
Kantor Bank Mandiri KCP Lubuk Sikaping
Kantor Bank Mandiri KCP Lubuk Sikaping

Sumbar, – Persoalan e-Warong dari masa kepemimpinan Dodi Soeradi Arifin sebagai Kepala Bank Mandiri Cabang Pasaman, hingga pada awal 2021 lalu Dodi digantikan kepala yang baru, namun masalah e-Warong belum juga diselesaikan oleh Bank Mandiri.

E-Warong adalah agen Bank Mandiri, pedagang yang bekerja sama dengan Bank Mandiri dan ditentukan sebagai tempat pembelian bahan pangan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Menurut Pedoman Umum (Pedum) Sembako 2020, penetapan e-Warong sepenuhnya merupakan wewenang bank penyalur dengan mempertimbangkan kriteria yang salah satunya memiliki sumber penghasilan utama yang berasal dari kegiatan usaha yang sedang berjalan dengan lokasi usaha tetap.

Faktanya, diduga banyak pedagang dadakan (membuka warung hanya untuk syarat pengurusan agen Bank Mandiri) dijadikan e-Warong di Kabupaten Pasaman. Banyak menduga adanya permainan Dinsos Pemkab Pasaman dengan bank penyalur dalam menetapkan e-Warong, hingga memberikan keuntungan kepada orang – orang tertentu.

Bank Mandiri mengatakan bahwa penetapan e-Warong di Kabupaten Pasaman merupakan rekomendasi dari Dinas Sosial Pemkab Pasaman.

“Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Bank Mandiri. Itu ranah nya dinsos. Bank Mandiri menyediakan sarana EDC dan e-Warong yang sudah direkomendasi Dinsos Pasaman. Undangan Bank Mandiri untuk menjelaskan proses EDC dan syarat menjadi agen,” kata Kepala Bank Mandiri Cabang Pasaman Dodi via WhatsApp kepada Deliknews.com pada (1/11/20) lalu.

Sementara Kepala Dinas Sosial Pemkab Pasaman Amdarisman membantah pernyataan Bank Mandiri yang menyebutkan penetapan e-Warong di Kabupaten Pasaman merupakan rekomendasi dari Dinas Sosial Pemkab Pasaman.

Ditegaskan Amdarisman, pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi kepada Bank Mandiri dalam menetapkan e-Warong.

“Saya selaku kepala dinas tidak pernah melihat dan memberikan rekomendasi, mungkin pejabat lama. Tapi kita pertanyakan kepada Bank Mandiri, mana surat rekomendasi itu. Kalau yang lama salah, kita perbaiki,” tegas Amdarisman saat diwawancarai Deliknews.com, Senin (2/11/20) lalu.

Baca juga : Penyaluran Sembako Kemensos dengan Bank Mandiri Bermasalah

Bank Mandiri KCP Pasaman Diduga Langgar Pedum Sembako

Pemkab Pasaman Bantah Pernyataan Bank Mandiri

Amdarisman juga mengakui banyak isu dan tudingan bahwa ada permainan Dinsos Pasaman dalam penetapan e-Warong. Diakuinya e-Warong punya kelemahan. Tapi, penetapan e-Warong merupakan wewenang Bank Mandiri bukan Dinas Sosial.

Untuk diketahui dalam Pedum Program Sembako 2020 telah diatur bahwa penetapan e-Warong sepenuhnya merupakan wewenang bank penyalur.

Tidak hanya permasalahan warung dadakan, namun juga ditemukan e-Warong yang dikelola oleh oknum – oknum perangkat Nagari/Desa di Kabupaten Pasaman.

Pedum Program Sembako Tahun 2020 dalam hal kriteria penetapan e-Warong telah menegaskan tidak boleh dari ASN, Kepala Desa, Perangkat Desa, Bamus, Tenaga Pelaksana Bansos Pangan, dan SDM Pelaksana Program Keluarga Harapan.

Atas persoalan ini, deliknews.com kembali mengonfirmasi Kepala Bank Mandiri Cabang Pasaman dan Kepala Bank Mandiri Unit/Cabang Lubuk Sikaping melalui surat tertulis pada Agustus 2021 kemarin. Namun surat konfirmasi itu tidak kunjung di tanggapi, hingga berita ini ditayangkan.

(Darlin)

Pos terkait

loading...