Bukan Isapan Jempol Belaka, KPK Operasi Senyap di Wilayah Sumatera

  • Whatsapp

Banda Aceh, Deliknews- Operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Pulau Sumatera ternyata tidak hanya isapan jempol belaka. Sebelumnya delapan pejabat di Riau, termasuk bupati terjaring OTT.

KPK kini sedang mengepung dan fokus di Aceh, kini kembali memanggil pejabat Aceh untuk dimintai keterangannya terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek-proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Aceh tahun 2019-2021.

Kali ini ada sembilan pejabat yang sudah disurati secara resmi untuk hadir ke Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh.

Tiga diantaranya pimpinan DPRA yang dipanggil KPK adalah  Wakil Ketua I Dalimi, Wakil Ketua II Hendra Budian, dan Wakil Ketua III Safaruddin.

Selanjutnya, ada tiga anggota DPRA saat ini, Ihsanuddin MZ, Zulfadli, dan Irwan Djohan serta Sekretaris DPRA Suhaimi.

KPK juga memanggil dua mantan anggota DPRA, Sulaiman Abda (Wakil Ketua DPRA periode 2014-2019) dan Tgk Anwar Ramli (Ketua Komisi IV DPRA periode 2014-2019).

Pimpinan DPRA yang dikonfirmasi usai rapat paripurna, Jumat (22/10/2021) mengaku sudah mengetahui adanya pemanggilan KPK.

Dalimi dan Hendra Budian akan diperiksa pada Selasa, 26 Oktober 2021 pukul 09.30 WIB.

Esoknya, Rabu, 27 Oktober 2021 giliran Safaruddin yang diperiksa pukul 09.30 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, ada kemungkinan 19 orang lagi yang akan dipanggil KPK dengan waktu dekat.

Pemanggilan itu untuk memintai keterangan seputar proyek-proyek pengadaan barang dan jasa seperti pengadaan Kapal Aceh Hebat 1, 2, dan 3, proyek multy years, serta appendix.

Sebelumnya, KPK juga sudah pernah memanggil Sekda Aceh dan sejumlah pejabat lainnya. “Nampaknya serius KPK untuk bongkar korupsi di Aceh,” sebut seorang tokoh Kepada deliknews di Banda Aceh.

Dari serangkaian operasi senyap KPK di wilayah Sumatera, operasi lembaga rasuah di Aceh, tidak hanya sasaran pejabat tingkat provinsi. “Para bupati juga kini jadi sasaran, sebagaimana terjadi di daerah lain, seperti di Riau sudah ada bupati yang pakai baju orange,” kata sumber beritamerdeka.net di Jakarta.

Masih menurut sumber tersebut, sejumlah kepala daerah tingkat dua, yaitu bupati dan walikota yang sudah menjadi target operasi senyap KPK di Aceh. “Hanya menunggu waktu saja,” tambah sumber.(Ali Sadikin)

Sumber:Berita Merdeka

Pos terkait

loading...