Pemerintah Optimal Selenggarakan Peparnas di Papua

  • Whatsapp

Pemerintah Optimal Selenggarakan Peparnas di Papua

Oleh : Timotius Gobay

Setelah sukses dengan PON XX, pemerintah akan menyelenggarakan Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) di Papua. Lomba olahraga khusus atlet difabel ini dipastikan berjalan tanpa kendala, karena venuenya juga sudah siap.

Peparnas atau Pekan Parampiliade Nasional adalah lomba olahraga level nasional, khusus untuk paralimpik alias atlet difabel. Penyelenggaraannya memang selalu setelah PON, jadi tahun ini panitianya tetap dari Pemda Papua. Acara ini membuktikan bahwa atlet difabel juga bisa meraih prestasi, tidak peduli bentuk fisik mereka.
Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah dan panitia siap menyelenggarakan Peparnas XVI. Prinsipnya, mari kita sehat bersama PON dan Peparnas. Namun tetap mematuhi protokol kesehatan 10M. Dalam artian, Peparnas tetap diselenggarakan meski di tengah pandemi, dan syaratnya adalah prokes ketat dan vaksinasi.
Peparnas akan diselenggarakan tanggal 2 hingga 15 November 2021. Sebelum Peparnas dimulai, ada pre-Peparnas, yakni pertandingan pendahuluan, kedatangan para atlet, dan lain-lain. Dimulainya sejak tanggal 20 hingga 23 September 2021, sehingga panitia pertandingan juga sudah menyiapkan venue lengkap dengan peralatannya, untuk pertandingan pendahuluan.
Bisa dipastikan panitia tidak dapat beristirahat dalam jangka waktu yang lama, karena pasca PON langsung ada Peparnas. Meskipun begitu, mereka tetap bekerja dengan profesional, karena ingin menyelenggarakan acara sebaik-baiknya. Sekaligus menjaga nama baik Papua sebagai tuan rumah Peparnas.
Masalah teknis juga dipastikan sudah selesai, sehingga saat pra-Peparnas maupun saat diselenggarakan, tidak ada kendala sama sekali. Penyebabnya karena panitia sudah berkoordinasi dan bekerja sangat keras, agar acara ini berlangsung dengan baik. Peralatan olahraga untuk Peparnas juga disiapkan, karena ada sedikit perbedaan dengan pertandingan biasa.
Peparnas memang tidak sepopuler PON, karena gaungnya belum sampai ke telinga banyak orang. Pertandingan ini memang khusus untuk difabel, dan anggota kontingen Peparnas dari berbagai provinsi tetap bangga bisa berlaga di level nasional, walau secara fisik tidak sama dengan atlet yang normal.
Selain para atlet dari berbagai kontingen seluruh Indonesia, ada juga atlet paralimpik yang siap membela nama provinsinya. Mereka memang memiliki bentuk fisik yang berbeda, karena sejak lahir seperti itu, atau karena sakit / kecelakaan. Namun disabilitas tersebut tidak membuat minder, karena mereka tetap bisa meraih prestasi di bidang olahraga.
Justru dengan disabilitas ini mereka membuktikan, bahwa bentuk fisik atau kekurangan di dalam tubuh bukanlah halangan untuk menjadi orang sukses. Jika ingin menjadi atlet, tidak harus sempurna, karena saat ini sudah ada pertandingan khusus bagi difabel. Begitu juga dengan peralatan pendukungnya.
Ketika ada Peparnas maka bisa menginspirasi kaum difabel lain yang sedang menonton siaran langsung Peparnas di TV atau internet. Mereka bisa mendapatkan motivasi, agar terus bergerak maju, dan tidak terpuruk dalam keadaan. Fisik seseorang bukanlah sebuah kunci sukses, melainkan softskill dan usaha untuk terus maju dan kekuatan mental.
Penyelenggaraan Papernas juga dipastikan aman dari serangan kelompok teroris atau yang lain, karena ada penjagaan ketat dari anggota TNI dan Polri. Atlet difabel bisa dipastikan keamanannya dan mereka tidak perlu takut ketika menginjakkan kaki di Papua, karena tidak akan diganggu.
Papernas akan diselenggarakan awal November ini, pasca PON XX. Lomba khusus atlet difabel dipastikan akan sesukses PON XX, karena panitia bekerja keras agar berhasil 100%. Para atlet juga sudah siap untuk berlaga, dan mereka tidak perlu kahwatir karena venue dan peralatan pertandingan sudah tersedia.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Pos terkait

loading...