Tetap Waspada Meski Kasus Positif Covid-19 Melandai

  • Whatsapp

Tetap Waspada Meski Kasus Positif Covid-19 Melandai

Oleh : Zainudin Zidan

Pemerintah dianggap berhasil mengendalikan pandemi Covid-19 seiring melandainya kasus penularan virus Corona di Indonesia. Namun demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan selalu menerapkan Prokes guna mengantisipasi gelombang Covid-19 ketiga.

Puan Maharani selaku Ketua DPR RI, meminta kepada seluruh pihak agar tidak cepat berpuas diri apalagi sampai terbawa euforia dengan laju penularan Covid-19 yang melandai. Ia mengingatkan lonjakan penularan masih mungkin terjadi meski positivity rate nasional sudah di bawah 5% atau sesuai standar organisasi kesehatan dunia (WHO).
Tren laporan positif Indonesia sempat mengalami penurunan hingga hanya 620 kasus pada Senin, 11 Oktober lalu. Namun jumlahnya meningkat nyaris dua kali lipat dua hari kemudian pada tanggal 13 Oktober 2021, yakni sebanyak 1.233 kasus.

Puan menuturkan, potensi lonjakan kasus Covid-19 dalam jumlah besar masih tetap ada. Ia mengajak kepada semua pihak untuk terus waspada dan tidak cepat berpuas diri. Dirinya juga meminta agar pengawasan terhadap penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah terus diperketat sesuai dengan aturan masing-masing level. Aturan masuk mal, transportasi publik, tempat wisata dan sebagainya, tidak boleh kendor sedikitpun.
Puan mengingatkan akan adanya potensi mobilitas orang ang tinggi saat masa libur akhir tahun mendatang, yang dapat memicu lonjakan kasus. Terlebih, sejumlah daerah tujuan wisata sudah dibuka bagi wisatawan mancanegara.
Politikus dari fraksi PDI-Perjuangan tersebut juga meminta agar pemerintah gencar mempercepat vaksinasi serta memperkuat testint, tracing dan treatment (3T). Masyarakat juga diminta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dirinya meyakini Indonesia bisa cepat pulih dari pandemi dengan kerja keras dan gotong royong seluruh pihak.
Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengingatkan dan meminta masyarakat Indonesia agar tidak euforia terlebih dahulu dan tidak lengah meski kasus covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan atau penurunan kasus.
Ia berujar, meski angka kasus harian sudah jauh menurun, Nadia mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan yakni dengan rutin mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. Selain itu juga segera melakukan vaksinasi sesuai dengan jadwal masing-masing.
Diakui sebagai salah satu upaya proteksi kesehatan, Siti Nadia mengajak warga yang belum mendapatkan vaksinasi untuk segera mendapatkannya. Selain itu masyarakat jangan sampai terjadi kelengahan seperti terciptanya kerumunan dimana-mana dan akhirnya terjadi lonjakan kasus kembali. Apalagi, saat ini virus covid-19 bermutasi dan menyebabkan munculnya varian baru.
Siti menerangkan, tentunya pihaknya tidak ingin lalai dan lengah, sehingga dalam menghadapi lonjakan kasus covid-19. Kita juga harus mengantisipasi agar tidak kecolongan masuknya varian baru Covid-19 dengan memperketat pada pintu masuk negara Indonesia.
Untuk itu, kementerian kesehatan meminta kepada seluruh pihak terkait yang bertugas melakukan pengawasan di pintu masuk negara Indonesia, dapat saling berkoordinasi dalam memperketat pengawasan. Hal ini dilakukan demi Indonesia terhindar dari virus covid-19 varian baru. Mengingat pada varian baru ini, lebih cepat penularannya dan lebih sulit pengendaliannya.
Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya akan melakukan survei seroprevalensi secara berkala guna menyempurnakan deteksi kasus Covid-19 di masyarakat berdasarkan data riil. Seroprevalensi merupakan perhitungan jumlah individu dalam suatu populasi yang memperlihatkan hasil positif untuk suatu penyakit berdasarkan spesimen serologi atau serum darah.
Budi mengatakan, survei tersebut akan dilakukan enam bulan sekali di 34 provinsi. Sehingga, hasil survei tersebut dapat digunakan sebagai dasar membuat kebijakan ke depan. Tentu saja diharapkan dalam 2 bulan, survei yang bekerja sama antara WHO dengan Kementerian Dalam Negeri dan beberapa perguruan tinggi ini bisa kita lakukan di 100 kabupaten/kota.
Penurunan ini tentu saja menunjukkan bahwa kebijakan PPKM yang ditetapkan oleh pemerintah memiliki dampak positif. Tentu saja kebijakan terkait perpanjangan PPKM diambil dengan beragam pertimbangan.
Ia juga mengatakan, bahwa angka kematian harian terakhir berada di angka 270 kasus, dengan rata-rata sekitar 460 kasus. Budi juga menyebut jumlah ini sudah jauh dibandingkan dengan angka kematian yang mencapai 2.000 orang saat puncak kasus Covid-19.
Kasus terkonfirmasi positif memang sudah berkurang jauh, hal ini tentu saja sebuah prestasi yang patut dijaga agar pengalaman porak poranda pada bulan Juli 2021 lalu tidak terulang.

)* Penulis adalah kontributor Nusa Bangsa Institute

Pos terkait

loading...