Hari Dokter Nasional, Bambang Haryo Sebut Pendidikan Kedokteran Perlu Subsidi

bambang-haryo-desak-pemerintah-permudah-syarat-bertransportasi-publik
Bambang Haryo Soekartono (BHS), Politisi Partai Gerindra

Jakarta – Kondisi saat ini, tenaga medis khususnya dokter sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Tidak hanya infrastruktur rumah sakit dan peralatannya saja yang dibutuhkan.

Tetapi yang lebih penting dan sangat dibutuhkan adalah Sumber Daya Manusia-nya yaitu tenaga medis terutama adalah dokter. Demikian, disampaikan Dewan Pakar Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono

Bacaan Lainnya

Sebab, Kata anggota DPR-RI periode 2014-2019 ini, tidak semua masyarakat yang sakit membutuhkan rumah sakit ataupun peralatannya, tetapi mereka lebih membutuhkan konsultasi atau informasi dari dokter yang memeriksanya terlebih dahulu.

Untuk kondisi saat ini, sambung BHS sapaan akrab Bambang Haryo Soekartono, jumlah dokter di Indonesia masih sangat kurang dibanding dengan jumlah penduduk yang ada.

“Rasio dokter dan pasien di Indonesia saat ini adalah 1 banding 5.200 jiwa, dimana rasio ideal menurut standarisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 1 banding 1.000, sedangkan yang mendekati ideal adalah di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta dimana jumlah satu dokter melayani 1.765 jiwa” Tukas BHS, Selasa (26/11)

Lebih lanjut, kata BHS, Rasio dokter di Indonesia adalah yang terendah ke dua di Asia Tenggara bahkan masih dibawah Timor Leste. Ini adalah satu tantangan bagi pemerintah untuk bisa segera memberikan jaminan kesehatan masyarakat di negara kita sesuai dg Undang-undang dasar 1945 tentang kesehatan Pasal 28 H ayat 1, setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Diharapkan seluruh masyarakat khususnya generasi muda yg ingin untuk mengabdikan diri sebagai dokter bisa mendapatkan bantuan subsidi pendidikan kedokteran dari pemerintah. Karena saat ini di Indonesia untuk menempuh pendidikan sekolah kedokteran membutuhkan biaya yg sangat besar berkisar sekitar 1 milyar rupiah, sehingga banyak generasi muda yg menginginkan untuk menjadi dokter gagal akibat beban biaya yg sangat besar.

Tugas pemerintah kedepan adalah mendorong percepatan pertumbuhan jumlah dokter dengan mensubsidi pendidikan kedokteran di Indonesia agar rasio jumlah dokter dibanding penduduk bisa memenuhi persyaratan ideal sesuai dg standarisasi WHO.

“Selamat Hari Dokter Nasional” Kata Bambang Haryo.

Terima kasih atas pengabdian yg telah diberikan walaupun dengan jumlah dokter yg sangat terbatas tetapi mereka sudah bekerja keras tanpa mengenal lelah menjaga Indonesia menjadi lebih sehat dan terawat.

Pos terkait

loading...