64 Atlet Layangan dari 16 Kota Bikin Geger Geden di Madiun

  • Whatsapp

MADIUN – Menggunakan protokol kesehatan yang sangat ketat, sebanyak 64 atlet layangan unjuk kemampuan dalam Turnamen Layangan Aduan Tingkat Nasional yang digelar Joksyn di Kota Pesilat Madiun Jawa Timur, Sabtu-Minggu 30-31 Oktober 2021.

Turnamen dalam rangka Milad 1 Tahun Gelasan Joksyn ini diikuti pelayang dari 16 Kota yang ada di Indonesia. Dari Jawa Timur diantaranya Madiun, Maospati, Magetan, Caruban, Tuban, Lamongan, Pare Kediri, Mojokerto, Tulung Agung, Malang, Batu, Lawang dan Pasuruan.

Bacaan Lainnya

Sementara Jawa Barat diwakili peserta dari Bandung, Jawa Tengah dari Pekalongan. Tak ketinggalan pula atlet pelayang dari DKI Jakarta.

Ketua Panitia Turnamen Layangan Aduan Udik Blue menjelaskan, pertandingan menggunakan sistem gugur, dibagi dalam tiga pool. “Masing-masing peserta akan bertanding sebanyak tiga kali dengan menggunakan tiga layangan,” jelasnya kepada wartawan di sela acara.

Menurutnya, aturan yang digunakan bagi pelayang adalah bermain di dalam kotak. “Keluar kotak, pelayang akan di diskualifikasi,” tambah Udik.

Untuk teknik bermain bebas. Pun gelasan yang digunakan peserta juga bebas, namun harus bisa diputus. Sedang untuk layangan yang digunakan dalam turnamen dibatasi maksimal ukuran 56 hingga 70.

Dalam perhelatan yang didukung organisasi Laskar Ngawi dan Konsultan Supranatural Mbah Mijan tersebut akan dipilih enam jawara yang berhak atas hadiah uang tunai dengan total Rp 10 juta.

Pemenang, lanjut Udik, juga akan membawa pulang trophy eksklusif, piagam penghargaan dan merchandizer dari Joksyn. “Karena ini even bergengsi yang diadakan Gelasan Para Raja Joksyn, apresiasi yang kami berikan juga sangat spesial,” tutupnya.

Terpisah, Denmas Syahnoer selaku Owner Gelasan Joksyn mengapresiasi turnamen layangan yang digagas arek-arek Madiun ini. Lelaki gondrong tersebut berpesan agar tetap menjunjung sportifitas dalam bertanding.

“Terima kasih buat teman-teman pelayang yang sudah berpartisipasi dalam gelaran Joksyn. Tolong ditanamkan, perihal menang atau kalah dalam sebuah pertandingan itu hal yang biasa,” ujarnya.

Ketua Umum Laskar Ngawi ini menambahkan, ada yang lebih penting selain berebut juara. “Di Madiun kita berkumpul, di Madiun kita menjalin tali silaturahmi dan menambah pertemanan,” papar Syahnoer.

Senada disampaikan Mbah Mijan. Dihubungi melalui sambungan telepon, paranormal yang membuka praktek di Apartemen Modern Land, Cikokol Tangerang ini mewanti-wanti para peserta untuk tetap menjaga persaudaraan.

Lebih dari itu, Mbah Mijan berharap dengan digelarnya turnamen layangan akan membuat permainan tradisional asli Indonesia ini makin berkembang.

“Semoga teman-teman tetap semangat dalam melestarikan layang-layang yang notabene merupakan warisan asli Indonesia, warisan para leluhur kita,”ucapnya.

“Semoga turnamen-turnamen layangan seperti ini bisa dilirik pemerintah. Sukur-sukur diakui sebagai salah satu cabang olahraga nasional,” pungkas Mbah Mijan. [red]

Pos terkait

loading...