Fasilitas Baru, RS Unud Punya Lab Swab PCR Standar Internasional

Gedung RS. Unud Jimbaran, Kec. Kuta Selatan, Kab. Badung

Badung – Rumah Sakit Universitas Udayana (RS Unud) Jimbaran, saat ini sudah memiliki laboratorium (Lab) Polymerase Chain Reaction (PCR) berstandar internasional. Bahkan Lab ini diyakini dapat memberi pelayanan swab antigen dengan cepat kepada wisatawan yang akan berkunjung ke Bali.

Rumah sakit yang terletak di Jl. Kampus Unud, Desa Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali ini dtunjang peralatan canggih dan tenaga medis profesional dalam bidang keilmuan mikrobiologi, menjadikan Lab milik Unud ini digadang-gadangkan sebagai Lab PCR nantinya melayani 3 Festival Bulutangkis bergengsi BWF tanggal 15 hingga 20 November 2021 dan Presidensi G20 Tahun 2022.

“Kami sudah siap dengan lima mesin PCR, biomolekuler diagnostik, patologi klinik, patologi anatomi dan diagnostik lainnya. Dari segi pelayanan medik, kita punya 46 dokter spesialis,” ujar Direktur Rumah Sakit Unud Dr. dr. I Dewa Made Sukrama M.Si SpMK kepada wartawan, Rabu (03/11/2021)

dr. Dewa Sukrama meyakini RS Unud mampu memberi pelayanan terbaik kepada pasien baik lokal serta warga negara asing (WNA). Pihaknya juga telah menyiapkan kamar isolasi bagi wisatawan yang terpapar Covid-19. Termasuk juga menyediakan ruang karantina bagi WNA baru tiba di Bali bekerjasama dengan Mandiri in Health.

Direktur Rumah Sakit Unud Dr. dr. I Dewa Made Sukrama M.Si SpMK

“Kami sudah siapkan beberapa ruangan untuk meng-cover kerja sama ini apabila ada wisatawan yang memerlukan tempat karantina, kami siapkan. Begitu juga memitigasi terjadinya ledakan kasus Covid-19 yang membutuhkan penanganan secara massal, yang bisa disiapkan dalam kurun waktu sehari,” papar dr. Dewa Sukrama

Sementara Kepala Laboratorium Terpadu RS Udayana, Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti menerangkan, saat ini pengujian spesimen PCR menurun sejak PCR tak lagi jadi syarat pelaku perjalanan udara. Namun kapasitas laboratorium yang besar menurutnya tetap dibutuhkan untuk jangka panjang.

Kepala Laboratorium Terpadu RS Udayana, Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti

“Jangka panjangnya, kita kan sudah open border, wisatawan yang sekarang aturannya masih karantina dan membutuhkan karantina kedua, mungkin kita bisa bantu pemerintah,” ungkap ahli mikrobiologi dr. Sri Budayanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.