Waspada Varian AY.4.2 Picu Gelombang Ketiga Covid-19

Waspada Varian AY.4.2 Picu Gelombang Ketiga Covid-19

Oleh : Afrista Ramadhani

Corona varian delta AY.4.2 patut diwaspadai karena lebih ganas daripada biasanya. Meski belum masuk ke Indonesia tetapi kita patut mewaspadai varian baru Covid-19 tersebut dengan selalu taat Prokes.

Pandemi membuat semua orang makin waspada karena virus Covid-19 masih bergentayangan di Indonesia. Apalagi ia sudah bermutasi menjadi varian Beta, Gamma, Delta, dan seterusnya, sehingga kita harus terus disiplin dalam melakukan protokol kesehatan 10M. Jangan sampai gara-gara ceroboh dan malas pakai masker akhirnya kena Corona dan menderita selama 2 minggu.

Bahaya dari virus Covid-19 hasil mutasi lebih dahsyat karena ia menyerang imunitas tubuh lebih cepat. Corona varian Delta bahkan bisa menular ketika seseorang berpapasan dengan OTG, sehingga untuk mencegahnya kita semua wajib pakai masker ganda. Selembar masker disposable di dalam dan masker kain di luar, untuk memperkuat filtrasi udara jadi 90%.
Saat ini yang paling diwaspadai adalah Corona varian AY.4.2 alias Delta Plus, yang telah masuk ke Singapura. Meski belum ada laporan bahwa virus hasil mutasi ini telah masuk ke Indonesia, tetapi harus berjaga-jaga, jangan sampai malah tersebar tanpa diketahui.
Juru Bicara Vaksinasi Kementrian Kesehatan Dokter Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa pemerintah meningkatkan kewaspadaan, khususnya di pintu masuk Indonesia. Tujuannya agar jangan sampai Corona varian Delta plus bisa datang melalui wisatawan asing atau WNI yang habis bepergian dari luar negeri.
Dokter Siti Nadia melanjutkan, untuk mengamankan pintu masuk Indonesia, terutama di bandara, maka tiap turis harus menunjukkan bukti bahwa telah divaksin. Mereka juga wajib untuk melakukan karantina selama 5 hari di hotel yang telah ditunjuk, lalu dites swab sampai 3 kali. Diharap dengan tindakan ini maka bisa mencegah masuknya Corona varian Delta plus di Indonesia.

Pencegahan memang wajib dilakukan dan pengamanan di pintu masuk Indonesia makin ketat. Pasalnya, Corona varian delta plus sudah beredar di Singapura. Kita tidak boleh cuek, melainkan harus tetap waspada, agar tidak ada lagi mutasi virus yang masuk di negeri ini.
Sonny Harry B, ketua bidang perubahan perilaku Tim Satgas Penanganan Covid menyatakan bahwa jangan sampai Corona varian Delta plus masuk ke Indonesia. Penyebabnya karena ia lebih cepat menular daripada virus Covid-19 yang belum bermutasi. Takutnya, ketika virus sudah menyebar, maka menurunkan efikasi vaksin. Kita juga berjaga-jaga, jangan sampai varian baru ini menyebabkan serangan Corona gelombang ketiga.
Ciri-ciri Corona varian Delta Plus, menurut dokter Wiku Adisasmito, adalah demam tinggi, ruam dan gatal di kulit, serta diare. Virus ini juga menular dan menyebar lebih cepat karena merupakan hasil mutasi. Sehingga jika hinggap di tubuh seseorang, apalagi jika ia belum divaksin, akan sangat berbahaya.
Untuk mencegah masuknya virus Covid-19 varian Delta plus dan serangan Corona gelombang ketiga maka kita semua wajib menaati protokol kesehatan dan vaksinasi. Kenakan masker ganda dan selalu tertib untuk mencuci tangan, jika perlu bawa botol berisi disinfektan, agar semuanya steril. Hindari makan di restoran atau warung untuk sementara, karena ada potensi untuk kontak dengan OTG, dan lebih baik makanan dibawa pulang.
Jangan sampai Corona varian Delta plus masuk ke Indonesia dan mengobrak-abrik semuanya, serta menurunkan efikasi vaksin. Kita wajib waspada dan tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan 10M. Selain itu, penjagaan di pintu masuk Indonesia juga makin diperketat, untuk mencegah masuknya virus hasil mutasi tersebut.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.