Nah Lho, Ada Usaha Jamu Diduga Ilegal Kebal Hukum di Banyuwangi

Wahyu Widodo

Banyuwangi – Wahyu Widodo akrab disapa Raja Sengon selaku pemerhati kebijakan publik dan pecinta lingkungan mengkritisi melihat adanya dugaan ketimpangan penegakan hukum terkait penanganan kasus produk jamu tanpa ijin yang ditangkap Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang beredar di pasaran bilangan wilayah Banyuwangi.

“Saya selalu prihatin dengan maraknya jamu ilegal yang ada di daerah saya Banyuwangi. Kemarin sudah ditangkap truk pengangkut jamu ilegal di Kecamatan Muncar Banyuwangi sampai sekarang tidak jelas. Diduga masuk angin itu! Masa sampai sekarang 7 truk buktinya kok katanya masih kurang cukup bukti,” ungkap Wahyu Widodo kepada wartawan, Sabtu (13/11/2021)

Wahyu menyesalkan penanganan kasus tersebut dikakukan kejaksaan terkesan lamban. Meminta kepada penegak hukum untuk menindaklanjuti dengan serius lantaran oknumnya disinyalir kebal hukum dan arogan. Bahkan ia mengaku sempat diancam untuk dibunuh melalui telpon dari seorang tidak dikenal.

“Begitu banyaknya barang bukti kok masih bisa kurang bukti. Nah ini ada apa? Saya tambahkan jangan tumpul ke atas malah tajam ke bawah. Maksud saya masak segitu banyak barang bukti kok bisa kurang bukti. Ini lho yang sangat aneh dan diduga ada apa?,” singgungnya.

Menurut Wahyu, produk jamu tersebut adalah racun dimana setiap orang ketika mengkonsumsi bisa ketagihan dan kecanduan.

“Harusnya gak boleh kayak gitu karena itu racun. Contoh kalau mereka bikin jamu harusnya minum sendiri coba sendiri jangan orang lain yang jadi korban. Saya sangat prihatin, semua standarnya gak ada. Tapi mereka kenapa kok bisa lolos bisa dijual. Sampai sekarang saya heran dengan adanya itu banyak orang ketergantungan dengan jamu itu,” pungkasnya.

Ia berharap hukum harus ditegakkan biar timbul rasa jera terhadap pelaku pelaku kejahatan. Jangan sampai hukum bisa dibeli sehingga oknum sok arogan karena punya uang.

“Saya berharap untuk Bapak Kapolri untuk menindaklanjuti terkait adanya kasus yang ada di Desa Kaparenjo Kecamatan Muncar untuk ditinjau ulang. Marak sekali jamu ilegal di Banyuwangi, mereka tidak pernah jera dan sangat kebal dengan hukum,” pinta Wahyu Widodo alias Raja Sengon.

Untuk diketahui dalam berita sebelumnya di media online, Badan Perlindungan Obat dan Makanan (BPOM) RI bersama Bareskrim Polri mengungkap praktik produksi jamu ilegal di Banyuwangi, Jawa Timur.

Ada tiga rumah produksi yang jadi lokasi pembuatan jamu ilegal ini, yakni Desa Tapanrejo di Kecamatan Muncar, Dusun Sumberagung dan Dusun Sumberito, di Kecamatan Srono.

Jamu ilegal dengan nama merek Tawon Klanceng dan Akar Daun ini tanpa izin edar dan diduga memiliki kandungan zat berbahaya.

Direktur Cyber Obat dan Makanan BPOM RI Nuriskandar Syah mengatakan, pengungkapkan ini berawal dari laporan masyarakat.

BPOM lantas melakukan pengawasan di lokasi pabrik sejak Juni 2021.Hasil pengawasan, tiga pabrik industri jamu tradisional ini ilegal dan ditemukan bahan kimia dan obat berbahaya.

“Dapat membahayakan bagi tubuh manusia,” katanya saat jumpa pers di Banyuwangi, Senin (2/8/2021).

Dalam pengungkapan ini, BPOM mengamankan barang bukti berupa tujuh truk yang berisi 11 bahan baku, bahan jadi, barang produksi, hingga mesin produksi.

BPOM akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan meneliti kandungan jamu ini.

“Ini masih dalam pendalaman dan penyidikan. Ini produk berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka panjang, ini bisa merusak organ tubuh kita,” sebut Nuriskandar Syah.

Pabrik ini sebelumnya beroperasi dengan ilegal dan menghasilkan produk jamu tradisional yang dikemas botolan.

Hasil produk jamu dari produksi tersebut dipasarkan ke daerah di Pulau Jawa dan luar Jawa.

Kabagbanops Rokorwas PPNS Bareskrim Polri Kombes Pol Pudyo Haryono mengatakan, pihaknya akan terlibat menyelidiki kasus ini.

Ia berjanji polisi akan menindak tegas pelaku-pelaku yang terlibat di dalamnya. “Kami akan terus bekerjasama dengan BPOM dan akan melakukan pengawalan demi mengungkap kasus ini,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.