Kejari Pasaman Akan Usut Bangunan Tapak Tower PLN yang Dicampuri Tanah

Fitri Zulfahmi, S.H, M.H Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman. (Foto diambil sebelum Pandemi Covid-19)
Fitri Zulfahmi, S.H, M.H Kepala Kejaksaan Negeri Pasaman. (Foto diambil sebelum Pandemi Covid-19)

Pasaman, – Kejaksaan Negeri Pasaman akan mengusut dugaan pembangunan tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 KV di Nagari Sundata Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat dengan coran bercampur tanah sehingga dikhawatirkan mudah tumbang.

Kajari Pasaman Fitri Zulfahmi dengan tegas mengatakan akan mengumpulkan data dan informasi serta mengecek ke lokasi. Pihaknya akan menelaah apakah pembangunan itu termasuk tindak pidana korupsi.

“Kita melakukan telaahan dulu, apakah ini termasuk TPK, sumber dana nya dari mana, apakah pekerjaan sudah di selesaikan seluruh nya ?, Kita akan pelajari untuk mengambil tindakan yang tepat,” tegas Zulfahmi, Rabu (17/11/12).

Baca juga : Bahaya, Coran Bangunan Tapak Tower PLN SUTT 150 KV di Sumbar Diduga Dicampuri Tanah

Pembangunan tower SUTT ini merupakan program pemerintah pusat melalui PLN yang dikabarkan dilaksanakan oleh PT. Spectrum di jalur Kabupaten Pasaman – Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat tahun anggaran 2020.

Berdasarkan informasi, tepat pada saat pembuatan pondasi atau tapak tower dengan coran diduga dicampuri dengan tanah, sehingga dikhawatirkan akan mudah tumbang yang tentunya akan membahayakan dan borpotensi merugikan keuangan negara.

Deliknews.com mencoba menghubungi Viktor pihak PT. Spectrum mempertanyakan kenapa pembangunan tapak tower SUTT ini dengan coran dicampur dengan tanah. Dalam hal ini pihak PT. Spectrum tidak membantah coran bercampur tanah tersebut.

“Terkait permasalahan pekerjaan pasaman sudah saya terima, saya tegaskan ini diluar dari instruksi kami kepada pekerja yang mana ini adalah bagian dari masyarakat sekitar juga yang bekerja. Kami sedang jalankan paralel perbaikan atas temuan ini, sembari kami juga menyiapkan langkah hukum untuk pelaku yang mensabotase pekerjaan kami,” terangnya Viktor via WhatsApp menjawab konfirmasi, Minggu (26/9/21).

Pihak PT. Spectrum hanya menjawab demikian dan tidak menjelaskan kapan dan sudah sejauh mana dilakukan perbaikan.

PT. Spectrum juga tidak menjawab pertanyaan yang diajukan apakah tidak ada dilakukan pengawasan saat pelaksanaan pekerjaan.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.