Keluarga Pasien di “RS.PRATAMA SUKAJADI” Diduga Rela Tinggalkan KTP Sebagai Jaminan Sewa Ambulan

Banyuasin, Sumsel, deliknews.com – Pelayanan di RS.Pratama Sukajadi Kecamatan talang kelapa kabupaten banyuasin provinsi sumatera selatan dikeluhkan beberapa keluarga pasien, Senin (15/11/2021).

Bagaimana tidak, ambulan yang diharapakan seharusnya Gratis untuk mengantar pasien gawat darurat ternyata sesampainya di rumah sakit tujuan diduga keluarga pasien diminta sejumlah uang oleh sopir ambulan dengan alasan Karena ambulan rental Bahkan keluarga pasien harus Rela meninggalkan KTP sebagai jaminan.

Hal itu di katakan NS (40) salah satu keluarga pasien Warga kelurahan sukajadi Mengatakan Berawal dari orang tua nya yang sakit kritis dirumah, namun karena tidak ada kendaraan yang mengantar ke Rumah Sakit lalu dia meminta bantuan ke pihak RS. Pratama Sukajadi untuk menjemput ke rumah, namun setelah 1 jam lebih menunggu sopir, dia berinisiatif meminta keluarganya dirumah untuk menghantar orang tuanya (pasien) dengan menggunakan Grab.

“Sesampainya di RS.Pratama sukajadi diperiksa karena alat yang tidak memungkinkan dan kita sudah menunggu lama untuk mengurus surat rujukkan, mengingat pasien dalam keadaan kritis lalu sebut saja hamba allah yang menolong untuk masuk di RS.bayangkara lalu kami minta bantuan pihak RS.Pratama Sukajadi untuk langsung dibawa ke RS.Bayangkara, Namun sangat disayangkan setibanya di RS.Bayangkara sopir yang membawa ambulan dari RS.Pratama minta sejumlah uang dengan alasan mobil ambulan Rental,” Bebernya

Lanjutnya NS, Mobil ambulan RS.Pratama sukajadi saat itu ada di parkiran Rumah sakit, kalau masih memakai ambulan rental jadi fungsi ambulan RS.Pratama sukajadi itu apa, kami ini keluarga tidak mampu, minta tolong sana sini untuk menyelamatkan nyawa bapak saya yang lagi kritis, kok ambulan membawa orang gawat darurat diminta biaya,” Ucapnya dengan Kesal.

Hal yang sama dialami SA (41) mengatakan bahwa anaknya mengalami kecelakaan dirawat RS.Pratama sukajadi karena banyak mengalami pendarahan lalu dibawa ke RSUD mohammad hosien Palembang namun disaat menuju RSUD M. Hoesin tidak ada satu pun dokter pendamping dari RS.Pratama Sukajadi yang ikut menghantar.

“Jujur saya sangat kecewa dengan pelayanan di RS.Pratama sukajadi, Dengan kondisi anak saya yang Kritis tidak ada satu pun dokter pendamping dari rumah sakit yang ikut menghantar ke RSUD mohammad hosien Palembang, waktu di perjalanan menuju Rumah sakit, terjadi lah alat untuk pernapasan yang lepas dari hidung pun meminta kami pasang sendiri Bahkan ambulan pun kami diminta sejumlah uang senilai Rp. 900rb dan terpaksa harus menitipkan KTP sebagai jaminannya,” katanya.

Sementara Direktur RS.Pratama sukajadi, Dr. Utci saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (16/11/2021) yang saat itu didampingi Kurang lebih 8 Staff nya, Menjelaskan memang sistem dirumah sakit pemerintah, kita Rujuk pasien harus ada sisrute karena sisrute itu adalah sistem untuk rujuk pasien.Jadi kalau mau dirujuk kita naikin dulu sisrute nya, Misalnya dirumah sakit mana kalau itu penuh tidak bisa.

“Jadi kalau kami berangkat membawa ambulan tanpa sisrute gak bisa langsung masuk pasiennya dan petugasnya ini bisa dimarah pihak Rumah sakit yang menerima, itu Sudah SOP, kalau keluarga pasien mau cepat berarti tanpa rujukan dari rumah sakit maka ambil lah mobil dari luar supaya cepat, itu solusi dari rumah sakit karena mobil ambulan disini tidak bisa keluar kalau tidak ada sisrute, tapi kalau sisrutenya sudah terbuka pasien gak bayar langsung diantar sama ambulan disini dengan membawa rujukan,” Jelasnya

Ketika dikonfirmasi terkait dugaan sewa ambulan 900rb sampai Rela Jaminkan KTP, Dirut RS.Pratama sukajadi, Dr.Utci mengarahkan Sopir ambulan Untuk menjawabnya,” KTP itu saya yang minta sebagai jaminan untuk mobil rental, Sekarang begini segala sesuatu itu apapun pekerjaannya pasti ada nilainya, kita kerja yang tidak beresiko nilainya pasti kecil begitu pun sebaliknya, karena membawa ambulan itu taulah sendiri lihat pasien gawat darurat dibelakang tidak terpikir lagi mobil didepan mau bagaimana.” Ujarnya sang sopir dengan terbata-bata.

Saat ditanya Mengenai tidak adanya dokter pendamping yang ikut menghantar kerumah sakit tujuan, Dr.Uci mengarahkan salah satu dokter yang ada diruangannya untuk menjawab “itu kalau tanpa sisrute, kami tidak mendampingi,” singkat salah satu dokter.

Dari pantauan awak media dengan adanya staff Kurang lebih 8 Orang yang ada diruangan tersebut diduga sudah di setting untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan wartawan agar kelihatan tidak ada masalah dengan Rumah sakit tersebut.

(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.