Mengeluh Kesulitan, Begini Strategi Bambang Haryo Angkat Derajat Petani Sidoarjo

Bambang Haryo

Sidoarjo – Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, Selasa (16/11) turun menemui petani yang tergabung dalam Gapoktan Sumber Rejeki, Jogosatru, Sukodono, Sidoarjo.

Dalam pertemuan itu, para petani mengeluhkan sejumlah kesulitan kepada BHS sapaan akrab Bambang Haryo Soekartono.

Hal utama yang dikeluhkan petani, yakni  masalah air yang sulit masuk ke ladang-ladang sawah. Padahal,  sawah para petani  berdekatan dengan sungai, tepat di sisi sebelah utara.

“Ini ada dugaan kesalahan managemen, yang dilakukan oleh pengelola sungai atau irigasi. Jadi ini, yang perlu dilakukan satu pembenahan segera, karena pertanian merupakan aset yang luar biasa dari suatu daerah, untuk menciptakan ekonomi baru. Ini artinya, pertanian merupakan sumber Multi Player Ekonomi yang lebih besar “Kata BHS, kepada Wartawan, di lokasi.

Anggota DPR-RI periode 2014-2019 ini melanjutkan, UMKM kita yang ada sekitar 230ribu di Wilayah Sidoarjo, setidaknya 80 persen tergantung daripada beras.

Kemudian, masalah yang dihadapi petani lagi yakni permasalahan alih lahan. Di wilayah Sidoarjo, Kata BHS, kalau bisa tidak diperbanyak lagi alih fungsi lahan, kalau bisa di pertahankan. Ini, sejalan dengan gagasan Partai Gerindra yang sudah disampaikan  di DPRD Sidoarjo. Paparnya

Mengenai masalah hama tikus. Hama tikus, menurut BHS, adalah tugas dan tanggung jawab dari Pemerintah Daerah. Seharusnya, untuk membasmi hama tidak dibiayai petani, tetapi dibiayai APBD. Sebagaimana program BHS, saat mencalonkan diri sebagai Bupati Sidoarjo 2020 lalu.

Soal  gagal panen, ungkap BHS, harusnya ini juga menjadi  tugas pemerintah, yang mana, para petani di wilayah Sidoarjo  di jamin asuransi oleh Pemerintah. Sehingga pada saat gagal panen, mereka bisa mendapatkan ganti rugi.

“Untuk program ini, saya akan mengansuransikan sebanyak 50 hektar untuk satu periode tanam, sebagai contoh atau pilot project, lahan yang diasuransikan”Kata BHS.

BHS menyambungkan, Pertanian ini sebagai tonggak pertahanan negara, karena tanpa pangan manusia tidak bisa hidup.

“Biasanya, kalau perang. Lumbung-lumbung pangan yang  dihancurkan, makanya lumbung pangan kita dihancurkan dengan alih fungsi tadi, ini harus dipertahankan”Ucap BHS.

Pemerintah, sambung BHS, harus bisa melindungi semua lahan pertanian kita agar bisa menghasilkan produktifitasnya sesuai dengan standarisasi yang ditentukan misalnya 8 ton gabah setiap hektar sekali panen, harus segitu jangan sampai kurang. Ini tugas dari Pemerintah.

“Saya harapkan Babinsa dilibatkan lagi dalam menjaga supaya pertanian menghasilkan sesuai standarisasi tadi. Karena banyak permainan yang di pintu air, ini sengaja dipermainkan, dan ini harus kita berantas. Saya akan berjuang untuk petani di Sidoarjo” tutup BHS.

Sementara itu, perwakilan petani mengapresiasi Bambang Haryo, lantaran memperjuangkan subsidi pupuk ke Kementerian Pertanian dan Wakil Gubernur Jawa Timur, dan disetujui dari 2020 hingga 2021.

“Alhamdulillah, masalah pupuk telah dibantu oleh Pak BHS, awalnya  satu hektar 100kg, sekarang menjadi 275kg per hektar. Ini alhamdulillah dengan hadirnya pak BHS disini para petani bisa sukses dan sesuai dengan harapan mereka” Kata H.Suudi, perwakilan Gapoktan Sumber Rejeki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.