61.8 Persen Masyarakat Puas Kinerja Jokowi

61.8 Persen Masyarakat Puas Kinerja Jokowi

Oleh : Alfisyah Dianasari

Kepuasan Publik terhadap Presiden Jokowi masih tinggi. Hal tersebut sesuai dengan laporan Lembaga Survei Development Technology Strategy (DTS) bahwa 61,8% masyarakat puas dengan kinerja Presiden Jokowi
Kiprah Joko Widodo selaku Presiden RI memang kerap menjadi sorotan dan perbincangan, hampir setiap hari namanya selalu muncul di media.

Lembaga survei Development Technology Strategy (DTS) Indonesia menyebut mayoritas rakyat Indonesia memercayai kinerja Presiden Joko Widodo. Tingkat kepercayaan yang tinggi juga berlaku pada kinerja pemerintah.

Direktur Eksekutif DTS Indonesia Ainul Huda dalam kesempatan webinar bertajuk ‘Presentasi dan Survei Evaluasi Pemerintah dan Capres 2024,’ mengatakan, meski setahun terakhir ini pemerintah disibukkan dengan pandemi dan pemulihan ekonomi, rating masyarakat kepada kinerja Presiden Jokowi cenderung masih tinggi. Sebanyak 61,8 % masyarakat menyatakan puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Menurutnya, penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah secara umum ada di level moderat dengan rata-rata skor 6,3 dari skala 1 sampai 10. Pemerintah juga mendapatkan rating yang cukup tinggi.
Terdapat tiga masalah utama yang disoroti masyarakat, yaitu ekonomi yang meliputi inflasi dan pengangguran dengan tingkat perhatian masyarakat mencapai 29,97 persen. Kemiskinan dan ketimpangan memiliki tingkat perhatian 18,76 persen serta masalah korupsi 14,22 persen. Dia juga menerangkan, Kesehatan masuk lima besar dan dia lainnya isu tradisional, yaitu kualitas SDM 7,83 persen dan infrastruktur 5,49 persen.
Ia mengatakan persoalan yang muncul di level daerah tidak jauh berbeda dengan persoalan yang ada di level nasional. Pengangguran dengan tingkat perhatian masyarakat 14,95 persen, inflasi 13,76 persen dan kemiskinan 13,04 persen masih menjadi tema sentral.
Masalah lainnya adalah isu kalan rusak 9,33 persen. Terdapat perbedaan distribusi persoalan daerah jika dilihat dari pembagian wilayah geografis, kelompok usia dan kelompok pendapatan. Survei tersebut digelar para pekan pertama sampai dengan pekan keempat bulan Oktober 2021 di 29 provinsi. Penelitian ini melibatkan 2.046 responden dengan margin of error 2,17 persen.
Pada kesempatan berbeda, Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia Albertus Dino mengatakan 81,7 persen responden mengaku puas terhadap kinerja pemerintahan dalam penanganan pandemi Covid-19.
Kemudian, 84,7 persen responden menyatakan puas dengan program bantuan sosial, bantuan usaha masyarakat dan program prakerja untuk membantu masyarakat yang perekonomiannya terdampak kebijakan pembatasan selama pandemi covid-19. Sisanya 9.6 persen responden menyatakan tidak puas dan sebanyak 5,7 persen tidak menjawab.
Data tersebut tentu saja menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena program penanggulangan Covid-19 dirasakan oleh masyarakat bawah.
Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mulai melandai, kondisi ekonomi dalam negeri akan terus merangkak naik. Kebijakan pemerintah yang telah berhasil menurutnak angka positif Covid-19 perlu mendapatkan apresiasi.
Penanganan Covid-19 di Indonesia masih terkendali. Sejumlah Indikator seperti tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR), positivity rate telah mengalami penurunan.
Dari sisi pemulihan ekonomi, pemerintah dinilai telah bekerja cukup maksimal. Beberapa bulan yang lalu, ekonomi Indonesia sempat mengalami resesi dan pertumbuhan ekonomi mencapai titik terendah dan menyentuh lebih rendah minus 5 persen.
Di tengah pandemi, resesi ekonomi tentu tidak mudah dihadapi. Perlu kerja keras dan keseriusan semua pihak untuk bertahan dan berupaya menaikkan kembali perekonomian nasional.
Pada kesempatan berbeda, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Ahmad Ali melalui keterangan tertulisnya mengatakan, patutlah kita berbangga hati kepada pemerintah, karena tidak gampang mengelola negara pada situasi pandemi seperti ini.
Riset yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait penanganan pandemi, membeberkan 64,6 responden merasa puas dengan kerja pemerintah pusat. Responden yang tidak puas sebanyak 32 persen dan sisanya 3,4 persen menjawab tidak tahu.
Ahmad menuturkan, tidak mudah mengatasi pandemi covid-19 tanpa kepemimpinan yang kuat. Pasalnya, virus corona telah terbukti berdampak pada berbagai aspek, terutama kesehatan dan ekonomi. Terganggunya aspek ekonomi tentu akan berdampak pula pada aspek keamanan. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan.
Kini saat kasus melandai, tentu saja merupakan waktu yang tepat untuk memulihkan perekonomian, sehingga akan banyak pengusaha membuka kembali usahanya dan kembali menyerap tenaga kerja.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.