Mewaspadai Kenaikan Kasus Covid-19 di Sejumlah Daerah

Mewaspadai Kenaikan Kasus Covid-19 di Sejumlah Daerah

Oleh : Raffles Silaban

Masyarakat perlu mewaspadai kenaikan kasus Covid-19 di Sejumlah Daerah. Kewaspadaan ini perlu diimplementasikan dengan terus menerapkan Prokes ketat selama beraktivitas.

Meski secara umum kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia menunjukkan pelandaian kasus, Prof. Wiku Adi Sasmito selaku Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa terdapat 5 provinsi yang mencatatkan kenaikan kasus positif tertinggi jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

Kelima Provinsi tersebut yakni Papua Barat yang mengalami kenaikan sebanyak 100 kasus, DI Yogyakarta naik 77 kasus, DKI Jakarta naik 46 kasus, Sulawesi Tenggara naik 7 kasus dan kepulauan Bangka Belitung naik 5 kasus.

Meski penambahan ini terbilang sedikit, namun masih terhitung besar jika dibandingkan dengan provinsi lain yang tidak mengalami kenaikan kasus, dirinya juga memohon kepada semua gubernur dari kelima provinsi yang mengalami kenaikan pada minggu ini agar segera berkoordinasi dengan bupati dan wali kota di bawahnya untuk mengantisipasi kenaikan kasus pada minggu berikutnya.
Pemerintah daerah juga diminta mengantisipasi adanya kenaikan kasus di minggu berikutnya serta terus meningkatkan pencegahan penularan Covid-19 di wilayahnya. Meski demikian, secara nasional pada minggu ini telah terjadi penurunan kasus Covid-19 sebesar 12,2 % dibandingkan minggu sebelumnya.
Selain itu angka kematian akibat Covid-19 juga mengalami penurunan, bahkan angka penurunan pada minggu ini jauh lebih rendah dari penurunan angka kasus positif yaitu turun hingga 31,7 %.
Sayangnya, masih ada 5 provinsi yang tetap mencatatkan angka kematian di minggu ini. Kelima provinsi tersebut adalah Sulawesi Utara yang mengalami 5 kasus kenaikan kematian, Sumatera Barat naik 3 kasus kematian, Sulawesi Selatan naik 2 kasus kematian, Riau naik 2 kasus kematian dan Kalimantan Barat naik 1 kasus kematian.
Meski jumlah kematiannya sedikit, tetapi kewaspadaan harus tetap dijaga karena satu nyawa pun terhitung sangat berharga jika tujuannya adalah endemik Covid-19, sehingga kematian 1 kasus pun tidak bisa ditoleransi.
Prof. Wiku juga mengungkapkan, 5 provinsi dengan jumlah kasus aktif tertinggi pada pekan ini. Kelima provinsi tersebut yakni Jawa Tengah dengan 1.650 kasus, Papua 1.629 Kasus, Jawa Barat 1.568 kasus, DKI Jakarta 1.536 kasus dan Kalimantan Utara dengan 738 kasus aktif. Dirinya berujar, kepada gubernur dari 5 provinsi ini agar segera berkoordinasi dengan bupati-wali kota yang menjadi penyumbang tertinggi.
Wiku mengingatkan apabila indikator tersebut baik kasus positif, pasien meninggal dan kasus aktif dapat segera diturunkan. Tentunya perkembangan Covid-19 di tingkat nasional akan membaik dan Indonesia akan semakin siap menuju Endemi Covid-19.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikit melaporkan bahwa sebanyak 155 kabupaten atau kota saat ini mengalami kenaikan kasus Covid-19. Dirinya juga mengimbau di mana kewaspadaan perlu dilakukan karena lonjakan kasus sedang terjadi di negeri tetangga (Malaysia) termasuk adanya varian AY.4.2 yang merupakan turunan virus Corona varian Delta B1.167.2 yang bermutasi.
Budi juga mengatakan, bahwa setiap hari pihaknya melakukan 1.500 sampai 1.800 pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) setiap hari untuk mendeteksi varian virus baru termasuk varian AY.4.2. Budi juga menegaskan bahwa pihaknya akan menjaga perbatasan, apalagi banyak orang Indonesia yang pulang pergi dari Malaysia baik darat, laut dan udara untuk menahan masuknya virus baru ke Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah meminta kepada para kepala daerah agar tetap berhati-hati dan mewaspadai kenaikan kasus Covid-19 sekecil apapun di wilayahnya. Jokowi menyebutkan bahwa sejumlah daerah di Indonesia sempat mengalami kenaikan kasus virus Corona meskipun jumlahnya sedikit.
Dirinya juga mengingatkan agar semua pihak dapat memaksimalkan penggunaan platform aplikasi pedulilindungi, utamanya di mal, tempat wisata dan pasar-pasar. Dirinya juga meilhat masih ada tempat-tempat tersebut yang belum tersedia QR Code peduliLindungi tetapi tetap beroperasi.
Di sisi lain, Jokowi juga mengingatkan kepada seluruh kepala daerah agar terus mempercepat vaksinasi untuk melindungi rakyat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Dirinya menuturkan bahwa vaksinasi menjadi sesuatu yang penting karena vaksinasi mampu melindungi rakyat dari terpaparnya Covid-19.
Kewaspadaan tidak boleh kendor, kenaikan kasus Covid-19 meski tampak kecil harus tetap diwaspadai karena status pandemi belum berakhir.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.