Pembangunan Energi Rendah Emisi di Negara Berkembang Harus Menjadi Tanggung Jawab Negara Maju

- Editorial Staff

Kamis, 18 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komitmen negara maju sebagai the biggest historical polluters untuk membantu pembangunan energi yang ramah lingkungan di negara berkembang harus benar-benar direalisasikan. Presidensi Indonesia dalam G20 dapat digunakan sebagai upaya diplomasi untuk memberikan manfaat bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam webinar yang diselenggarakan oleh SIGMAPHI Indonesia berjudul “After COP26, What’s Next? A Road to A Just Energy Transition: A Geopolitical Perspective”, peneliti SIGMAPHI Firdha Najiya menyatakan bahwa komitmen pembiayaan iklim yang dilakukan negara-negara maju di 2009, belum sepenuhnya terpenuhi.

Kanada dan Australia misalnya, baru terealisasi kurang dari 20%. Bahkan Amerika Serikat, baru terealisasi 4%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil studi SIGMAPHI Indonesia menunjukkan ada 7 pengemisi terbesar di dunia dalam 40 tahun terakhir yang berkontribusi terhadap lebih dari setengah dari total emisi global.

“negara-negara ini lah yang harusnya taking full responsibility terhadap pemanasan global yang saat ini sedang terjadi, dan telah berdampak lebih besar terhadap negara-negara berkembang dan miskin”, ungkap Firdha.

Sebelumnya, dalam COP26 yang berlangsung selama 2 minggu di Glasgow, Indonesia berkomitmen menghentikan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap dan memulai transisi ke energi ramah lingkungan.

“sayangnya dalam pertemuan penting tersebut tidak ada diskusi bagaimana the biggest historical polluters taking responsibility atas pemanasan global saat ini” tutur Firdha.

Sementara itu masih dalam webinar SIGMAPHI Indonesia, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko menyatakan bahwa batubara memang masih menjadi tulang punggung sumber energi nasional yang menyumbang 38% dari total bauran energi primer Indonesia.

Berdasarkan data tahun 2020, sumber daya batu bara Indonesia mencapai 143,7 miliar ton, dengan cadangan sekitar 38,8 miliar ton, asumsi produksi per tahun sebesar 600 juta ton, sehingga kecukupan cadangan nasional diperkirakan mencapai 65 tahun (jika tidak ada penambahan batu bara).

“Batu bara merupakan aset energi nasional yang perlu dikelola dan dikembangkan semaksimal mungkin untuk menjawab tantangan transisi EBT (Energi Baru Terbarukan)”, ungkap Sujatmiko.

Arah pemanfaatan batubara sebagai sumber energi bersih nasional ditempuh dengan optimalisasi PLTU existing dan tambahan dengan penerapan clean coal technology serta carbon capture, utilization and storage. Kemudian tidak menambah PLTU baru di jawa dan PLTU mulut tambang di luar jawa, juga hilirisasi batubara menjadi DME, methanol, pupuk dan syngas.
“Jadi konsep pengembangan batubara ke depan bukan hanya gali, angkut dan bakar, tetapi gali, angkut, bakar, kemudian kembangkan”, pungkas Sujatmiko.

Berita Terkait

Menlu: RI Terus Perkuat Kerjasama dengan 9 Negara Sahabat
Lulusan SMA/K Bisa Daftar BUMN Loh, Yuk Gabung
Luncurkan Armada Terbaru, DLU Dukung Konektivitas Antar Pulau di NTT
Optimalkan Pelayanan, DLU Luncurkan Armada Reborn, Bambang Haryo : Keselamatan Nomor Satu
TikTok Shop Berencana Kembali Buka, HIPMI: Demi UMKM, Pemerintah Diharapkan Awasi Ketat
Kunjungi Pelabuhan Tanjung Emas, Bambang Haryo Dorong Pelindo Tekan Cost Logistik
Kunjungi Kotanya Mas Gibran, Bambang Haryo Terkejut Standarisasi Pasar Rejosari Solo Luar Biasa
Hancurkan UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bambang Haryo Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Berita Terkait

Jumat, 16 Februari 2024 - 16:12 WIB

Menlu: RI Terus Perkuat Kerjasama dengan 9 Negara Sahabat

Kamis, 8 Februari 2024 - 13:22 WIB

Lulusan SMA/K Bisa Daftar BUMN Loh, Yuk Gabung

Kamis, 1 Februari 2024 - 13:24 WIB

Luncurkan Armada Terbaru, DLU Dukung Konektivitas Antar Pulau di NTT

Kamis, 11 Januari 2024 - 18:55 WIB

Optimalkan Pelayanan, DLU Luncurkan Armada Reborn, Bambang Haryo : Keselamatan Nomor Satu

Jumat, 24 November 2023 - 17:23 WIB

TikTok Shop Berencana Kembali Buka, HIPMI: Demi UMKM, Pemerintah Diharapkan Awasi Ketat

Selasa, 21 November 2023 - 18:12 WIB

Kunjungi Pelabuhan Tanjung Emas, Bambang Haryo Dorong Pelindo Tekan Cost Logistik

Senin, 20 November 2023 - 09:08 WIB

Kunjungi Kotanya Mas Gibran, Bambang Haryo Terkejut Standarisasi Pasar Rejosari Solo Luar Biasa

Jumat, 10 November 2023 - 09:54 WIB

Hancurkan UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bambang Haryo Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Berita Terbaru

Politik

Syarif Hasan: Hak Angket Pemilu itu Kontraproduktif

Senin, 26 Feb 2024 - 10:10 WIB

Politik

38,1 Persen Pemilih AMIN Setuju Pemilu Banyak Kecurangan!

Senin, 26 Feb 2024 - 10:06 WIB

Politik

TKN Fanta Ingin Kabinet Prabowo Banyak Anak Muda

Senin, 26 Feb 2024 - 10:04 WIB