Aksi Nyata Bambang Haryo, Dorong Kawasan Perbatasan Sidoarjo Lebih Baik

  • Whatsapp

SIDOARJO – Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono kembali turun bergerak melakukan aksi nyata di desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo pada Sabtu (20/11).

Dalam kunjungannya. Pemilik sapaan akrab BHS ini, melihat langsung kondisi di wilayah perbatasan Sidoarjo-Gresik yang dihubungkan dengan perahu tambangan.Menurut BHS  garis terdepan (border line) ini perlu didorong untuk di-revitalisasi sebagai kawasan khusus Pariwisata, sehingga ekonomi warga daerah itu lebih maju.

Bacaan Lainnya

“Ya, di Sidoarjo sudah ada infrastruktur yang bagus daripada wilayah Kabupaten Gresik. Namun, permasalahan alat keselamatan kurang, sehingga kami membantu berupa 10 life jacket dan pelampung bulat, untuk digunakan warga saat menyeberang ke dua wilayah ini” Kata BHS.

Dari informasi yang diterima, mobilitas warga di perbatasan, rata-rata lebih dari 500 orang perhari dan 200 sepeda motor yang menyeberang disitu. Disamping itu, kata BHS, di wilayah perbatasan , khususnya di Sidoarjo telah memiliki pasar peninggalan Belanda, yakni pasar desa surungan.

Pasar Desa Surungan, kata BHS, perlu dibuat bagus. Kemudian lagi, mengenai masalah sampah, lanjut BHS, sudah mulai menumpuk, perhari bisa mencapai 2 sampai dengan 3 ton atau satu truk per hari. Harusnya Pemkab Sidoarjo segera antisipasi sampah tersebut, dengan membuat tempat pembuangan sampah sementara terpadu (TPST). Sebelum, membuat TPST, truk sampah harus bisa menuju kesitu.

“Ini perlu segera dibenahi, membersihkan sampah disitu, dengan melakukan perataan sampah yang mulai menggunung. Sebab jika tidak dilakukan pembenahan, masyarakat sidoarjo bisa pindah ke gresik. Maka, untuk antisipasi itu, fasilitas publik harus terpenuhi di masyarakat, baik transportasi, rumah sakit, tempat pangan, pendidikan harus segera dipenuhi, dan harus bagus”Tutur BHS.

“Inilah yang didorong kepada Pemerintah Kabupaten Sidaorjo. Sebab, kawasan pasar ini juga diminati masyarakat gresik, karena di wilayah sebelah tidak memiliki pasar, kedepan agar bisa lebih baik” Kata BHS.

Ditambahkan, anggota DPR-RI 2014-2019 ini. Pedagang di pasar surungan, saat puncak pandemi kemarin, para pedagang terjerat renteiner  yang  mana para renteiner memberikan pinjaman kepada pedagang dengan bunga 30% perbulan, kalau 3 bulan saja sudah 100%, jika setahun sudah 400%.

“Ini bisa di cover oleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) , KUR harus segera masuk ke pasar desa itu, ini yang akan kita bantu pedagang pasar tersebut sehingga dapat tercover KUR”Kata BHS, menyambungkan yang lagi trend sekarang yakni Bank Delta Artha milik Pemkab Sidoarjo, kita dorong agar bisa masuk. Lantaran, bunganya 3% perbulan dan dengan besaran 3 juta tanpa agunan, ini yang perlu direalisasikan agar pedagang tidak terjerumus renteiner.

“Kita harapkan ekonomi di wilayah ini akan tumbuh jauh lebih baik. Apalagi, di sisi Sidoarjo telah di fasilitasi oleh kadesnya dengan membangun secara pribadi kolam renang, ini bisa menjadi satu destinasi pariwisata yang dapat dikunjungi oleh warga Gresik, semoga ekonomi warga di Perbatasan semakin baik”Tutup BHS.

Pos terkait

loading...