Mendukung Pembangunan Infrastruktur Papua

Mendukung Pembangunan Infrastruktur Papua

Oleh : Sabby Kosay

Masyarakat mendukung pembangunan infrastruktur di Papua yang saat ini terus dioptimalkan Pemerintah. Pembangunan infrastruktur tersebut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memajukan Papua.

Pembangunan Infrastruktur Papua Merupakan Bukti Bahwa Papua bukanlah anak tiri NKRI, hal ini dibuktikan dengan adanya pembangunan infrastruktur PON XX di Papua yang ternyata memiliki dampak positif terhadap perekonomian.

Dwi Putra Indrawan selaku Asisten Direktur Bank Indonesia (BI) sempat mengatakan bahwa pembangunan arena pertandingan PON Papua yang dilakukan sejak tahun 2016 hingga 2021 rupanya berdampak positif terhadap perekonomian di Papua, khususnya di sektor konstruksi. Hal ini dibuktikan dengan sumbangsih sektor konstruksi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua mencapai 0 hingga 2 persen.
Selain itu, dirinya juga menilai bahwa penggunaan infrastruktur pasca PON Papua menjadi kunci agar ajang olahraga tersebut dapat memberi manfaat jangka panjang untuk warga Papua. Pada kesempatan berbeda, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyatakan perlu adanya sinergi pembangunan baik dari sisi kesejahteraan dan keamanan.
Wapres Ma’ruf Amin menilai bahwa akselerasi pembangunan ini tidak dapat berjalan denganbaik jika dari sisi keamanan masih mengkhawatirkan. Karena itu, dirinya juga telah memberikan mandat kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) untuk memimpin koordinasi terkait keamanan di Papua dengan Panglima TNI, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) serta Menteri Dalam Negeri agar langkah-langkah pengamanan di Papua dapat terintegrasi dengan baik.
Ma’ruf menambahkan, harmonisasi ini dapat terjadi salah satunya dengan mendengarkan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat di Papua agar hasil yang dicapai nantinya realistis dan sesuai dengan kebutuhan serta keinginan masyarakat setempat.
Salah satu pembangunan infrastruktur yang manfaatnya bisa langsung dirasakan adalah pembangunan trans papua. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) menyebutkan, panjang jalan trans Papua di Papua mencapai 2.902 km.
Jalan tersebut meliputi ruas jalan Merauke-Tanah Merah-Waropko (543), Waropko-Oksibil (136), Dekai-Oksibil (225 km) dan Kenyam-Dekai (180 km). Lalu, Wamena-Habema-Kenyam-Mamug (295 km), Jayapura-Elelim-Wamena (585 km), Wamena-Mulia-Ilaga-Enarotali (466 km), Wagete-Timika (196 km) dan Enarotali-Wagete-Nabire (285 km).
Jayapura-Elelim-Wamena merupakan ruas jalan trans Papua terpanjang di Papua. Elelim, Ibukota Kabupaten Yalimo. Sebelumnya sudah ada jalan darat dari Wamena ke Elelim. Menembus jalan ini, jalur baru dibuka dari Jayapura melalui Senggi, Kabupaten Keerom.
Salah satu apresiasi terhadap pembangunan di Papua juga ditunjukkan oleh Bank Indonesia yang menyatakan, pemasangan gambar Jembatan Youtefa pada pecahan uang khusus baru Rp 75.000 merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan pembangunan infrastruktur di Papua.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesa (KpwBI) Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga mengatakan, jembatan Youtefa saat ini merupakan salah satu bangunan dengan daya tarik tersendiri di Papua. Naek menuturkan, filosofi gambar tersebut merupakan konektivitas yang terwujud dengan adanya jembatan yang bermanfaat untuk mempermudah mobilitas masyarakat, khususnya yang berada di Kota Jayapura dan sekitarnya.
Perlu diketahui pula, bahwa sebelum jembatan ini dibangun, perjalanan dari kawasan pemerintahan menuju Distrik Muara Tami harus menempuh jarak sejauh 35 Km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Namun, apabila melewati Jembatan Youtefa maka jaraknya menjadi sekitar 12 km dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.
Jembatan sepanjang 732 meter dengan lebar 21 meter ini, merupakan jembatan tipe pelengkung baja yang dapat memperpendek jarak dan waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Distrik Muara Tami dan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw daerah perbatasan Indonesia – Papua Nugini.
Perbaikan konektivitas juga memperbaiki kehidupan sosial, karena masyarakat bisa lebih sering saling mengunjungi. Pembangunan jalan mendorong penurunan biaya dan waktu tempuh. Hal tersebut tentu saja sangat menguntungkan bagi para petani dan pedagang untuk mendistribusikan hasil pertanian maupun dagangannya.
Salah satu pentingnya pembangunan bagi Papua adalah masih tingginya angka kemiskinan di Papua. Hingga akhir tahun 2020 lalu, tercatat persentase kemiskinan di Papua mencapai 26,8 persen. Angka tersebut merujuk pada jumlah penduduk yang hidup dalam kemiskinan di Papua lebih dari seperempat jumlah penduduknya.
Pembangunan infrastruktur di Papua tentu saja menjadi sebuah strategi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat.

)* Penulis adalah kontributor mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.