Polda Sumbar Belum Berhasil Ungkap Mafia PETI di Pasaman, Penjelasan KESDM Mengejutkan

Beredar video diduga aktivitas terbaru PETI di Nagari Cubadak, Kabupaten Pasaman (tangkapan layar)
Beredar video diduga aktivitas terbaru PETI di Nagari Cubadak, Kabupaten Pasaman (tangkapan layar)

Sumbar, – Polda Sumatera Barat (Sumbar) sepertinya belum berhasil mengungkap siapa mafia Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pasaman, sehingga meski telah dilakukan penangkap terhadap 5 pekerja, tambang ilegal itu malah beroperasi kembali.

Sementara ternyata Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) telah membentuk Tim Penanggulangan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Nasional yang melibatkan lintas kementrian dan pemerintah provinsi se Indonesia.

“Terkait PETI kami Kementerian ESDM sudah membentuk Tim Penanggulangan PETI Nasional yang melibatkan lintas kementrian dan pemerintah provinsi se Indonesia,” kata KESDM melalui Koordinator Inspektur Tambang penempatan Provinsi Sumbar Hendry M. Siddik ketika dikonfirmasi soal aktivitas PETI di Kabupaten Pasaman yang kembali beroperasi setelah Polda Sumbar melakukan penangkapan terhadap 5 pekerja PETI tersebut.

Baca juga : Kementerian ESDM Dorong Penegak Hukum Ungkap Mafia PETI di Sumatera Barat

Gubernur Sumbar Mahyeldi Belum Buka Suara Soal Tambang Emas Ilegal di Pasaman

Dikatakan Hendry, KESDM tetap berkoordinasi dengan penegak Hukum (Polri) terhadap setiap ada pelaporan – pelaporan kegiatan PETI dari kabupaten atau pun provinsi.

KESDM juga sedang merencanakan penerbitan izin – izin Pertambangan Rakyat yang berkoordinasi dengan gubernur se Indonesia.

“Untuk pemberantasan PETI semuanya terlibat, baik pemerintahan kabupaten, provinsi, pusat, penegak hukum, dan masyarakat daerah sekitar PETI. Menjadi tugas bersama dalam menjaga kelestarian alam dan pendapatan untuk negara,” terang Inspektur Tambang ini, Senin (22/11/21).

Diketahui Ditreskrimsus Polda Sumbar pada April 2021 lalu telah menangkap Lima orang pekerja Tambang Emas Ilegal di Aliran Batang Pasaman Lanai Hilir, Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman.

Setelah penangkapan, Dirreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Joko Sadono kepada media mengatakan akan terus mengembangkan kasus itu untuk mengungkap keterlibatan oknum aparat, pemilik, para pelaku lainnya serta adanya kemungkinan keterlibatan korporasi dan cukong yang memberi modal.

Namun sepertinya hal itu tidak membuat takut mafia tambang. Selama Sembilan bulan terhitung sejak penangkapan terhadap pekerja PETI di Pasaman dari April hingga November 2021 ini, Ditreskrimsus Polda Sumbar nampaknya belum berhasil mengungkap siapa mafianya.

Baca juga : Baru Penangkapan, Tambang Emas Ilegal di Pasaman Kembali Beroperasi

Aparat Pemda Saling Lempar Bola Soal PETI di Pasaman, Siapa Sih Mafianya?

Dengan demikian, tidak tertutup kemungkinan banyak mafia Tambang Emas Ilegal di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumbar yang belum berhasil diungkap oleh Ditreskrimsus Polda Sumbar, sehingga PETI tersebut kembali beroperasi.

Menurut Kepala Satpol PP Pemkab Pasaman Aan Afrinaldi, untuk penertiban Galian C pertambangan adalah kewenangan pemerintah provinsi.

Sementara lain hal disampaikan Kasatpol PP Pemprov Sumatera Barat Irwan, soal penertiban Tambang Emas Ilegal di Kabupaten Pasaman bukan kewenangan privinsi, pihaknya hanya membantu kalau ada permintaan dari Satpol PP Kabupaten Pasaman.

Anehnya lagi, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumbar Herry Martinus, mengatakan bahwa semua urusan tambang adalah urusan pemerintah pusat.

Kemudian Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dikonfirmasi belum buka suara terkait permasalahan aktivitas PETI di Kabupaten Pasaman yang sudah disorot oleh KESDM.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.